• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Semua Berbalik Arah, Uji Nyali bagi Kapolri

Imam Anshori Saleh
Imam Anshori Saleh

  • Oleh: Imam Anshori Saleh

Kemajuan pengusutan penembakan terhadap Brigadir J alias Joshua mengalami banyak kemajuan, bahkan hasil pengusutan saat ini berbalik arah dari pengungkapan awal yang disampaikan Kapolres Jakarta Selatan tempo hari. Bharada E yang sebelumnya dinyatakan sebagai tersangka prenembak Brigadir J mengaku menembak hanya sekali. Dia melakukan itu pun atas perintah atasan.

Kini Bharada J menyatakan siap menjadi justice collaborator. Pengakuannya paling mrnrgejutkan adalah tidak terjadinya tembak menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdi Sambo. Yang ada adalah penembakan yang menghabisi nyawa Brigadir J. Dengan demikian akan semakin terang peristiwa sebenarnya dari kasus yang begitu menghebohkan dalam kurun sebulan ini. 

Buntut dari peristiwa di Duren Tiga, Jakarta Selatan ini juga banyak memakan korban. Setidaknya sampai Senin (8 Agustus 2022) ini sudah ditetapkan dua tersangka. Autopsi ulang dilakukam dengan hasil yang diduga berbeda dengan hasil autopsi pertama. Sejumlah orang sudah memberikan kesaksian yang membuka semakin terang kasus penembakan di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo. Korbannya, sejumlah perwira tinggi, menengah maupun bintara Polri dimutasi dan mengalami demosi. Bahkan IrjenFerdi Sambo selain yang sebelumnya dimutasi dari Jabatan Kadiv Propam, juga "diinapkan" 30 hari di Mako Brimob Kelapa Dua. Korban-korban lain diperkirakan akan berjatuhan lagi seiring kelanjutan pengusutan.

Kita terus mengikuti dan mengharapkan Tragedi itu dibuka senyatanya. Tinggal bagaimana kerja lanjutan dari Tim Khusus bentukan Kapolri yang diketuai Wakapolri itu. Pengusutan dipastikan akan berlanjut. Setelah tetsangka Bharada E, muncul tersangka baru Brigadir RR, lalu kabarnya hari ini akan ditetapkan tersangka baru. Entah siapa, apakah masih "wayang" lagi atau sudah mengerucut ke "dalang" dari penembakan Brigadir J, yang diduga petinggi Polri.

Jika benar terduga penembak Brigadir J melibatkan petinggi Polri, maka inilah momentum "uji nyali" bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Apakan akan berani memerintahkan Timsus untuk membongkar tuntas tragedi Duren Tiga itu dengan motif dan segala ikutan di baliknya. Isu yang berkembang di balik Tragedi Duren Tiga itu sangat mengerikan, semuanya menyangkut wibawa Polri. Jika kebenaran ditegakkan tuntas, akan selamatlah institusi penegak hukum itu. Sebaliknya jika tidak, runtuhlah semuanya. Akan butuh waktu sangat lama untuk memulihkan kembali puing-puing dari bangunan yang hancur berantakan itu.

Baca Juga :
Dua Mantan Pegawai KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Miliki Tugas Berbeda

Kini, Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat berada di belakang Kapolri untuk menuntaskan kasus Duren Tiga itu. Kapolri. Menko Polkam, Komnas HAM, LPSK, Komisi Perempuan dan lainnya ikut mengawal. Kita semua berharap panji-panji Bhayangkara tetap tegak untuk mengawal penegakan hukum di negeri ini. Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mampu membuktikan niatnya untuk mewujudkan Polri yang Presisi, bukan Polri yang "abal-abal" yang dipenuhi para petinggi bermoral bobrok. Wibawa dan integritas Kapolri dipertaruhkan.

Kita sangat menyayangkan, dalam suasana kebersamaan membantu Polri menuntaskan Tragedi Duren Tiga ini, Komisi III DPR-RI nyaris tak terdengar suaranya. Sebagai mitra kerja Polri mestinya Komisi Hukum ini berada di garda terdepan mengawal penuntasan kasus ini. Wajar kalau publik mempertanyakan ada apa dengan Komisi III dan DPR pada umumnya. Mereka diam seribu bahasa dalam momentum sepenting ini.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda

Menghadapi Pembangkangan Lukas Enembe

Editorial | 27 Sep, 2022 09:51 WIB

Tarung Ulang Mega-SBY

Editorial | 22 Sep, 2022 08:40 WIB

Kali Ini 'Tidak Masuk Mas Eko'

Editorial | 17 Sep, 2022 16:07 WIB