• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ngeri! Krisis Ekonomi Kian Melanda, Wanita Inggris Terpaksa Jadi PSK untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Ilustrasi bendera Inggris (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Ilustrasi bendera Inggris (Foto: REUTERS/Phil Noble)

JAKARTA, kilat.com- Krisis ekonomi yang saat ini tengah melanda Inggris mengalami kenaikan inflasi hingga 10% terhitung sejak Juli. Krisis ini bukanlah kali pertama yang terjadi melainkan sudah pernah dialami Inggris pada tahun 1980-an.

Kondisi ini mendorong lonjakan harga kebutuhan pokok hingga tagihan energi, memberi dampak yang begitu dahsyat bagi para penduduknya demi bertahan hidup.

Mengutip laporan The Guardian, Kamis (22/9/2022), diperkirakan 20% orang dewasa Inggris, atau 10,9 juta orang, menunggak satu atau lebih tagihan rumah tangga. Menurut laporan Money Advice Trust, angka ini naik 3 juta sejak Maret.

Tidak hanya itu, berdasarkan survei badan amal Opinium terhadap 2.000 orang dewasa Inggris pada bulan Agustus, ditemukan 5,6 juta telah kehilangan makanan dalam tiga bulan terakhir sebagai akibat dari krisis biaya hidup. Saking beratnya biaya hidup, hampir 8 juta orang telah menjual barang pribadi atau rumah tangga untuk membantu membayar tagihan.

Penelitian juga menunjukkan, kenaikan harga energi yang tinggi membuat jutaan orang kesulitan lantaran biaya energi kini jadi tidak terjangkau. Faktanya, sekitar 10,7 juta orang telah melihat tagihan energi mereka naik £ 100 atau lebih sebulan sejak April.

Baca Juga :
Keajaiban! Telah Divonis Menopause, Wanita 57 Tahun Asal Nigeria Lahirkan Bayi Kembar 3

Kondisi tersebut berarti, lebih banyak orang meminjam uang untuk mencoba memenuhi kebutuhan. Badan amal itu memperkirakan bahwa lebih dari 15 juta orang harus menggunakan kredit untuk membayar kebutuhan pokok, sementara satu dari 10 harus meminjam uang dari keluarga atau teman.

Yang tak kalah miris, kenaikan biaya hidup juga membuat banyak perempuan yang terjun ke bisnis prostitusi. Mengutip data English Collective of Prostitution, jumlah perempuan yang menjadi pekerja seks komersial (PSK) meningkat 1/3 dari angka biasanya. Itu karena biaya hidup yang tinggi.

Kondisi ini juga berpengaruh pada angka tunawisma di Inggris. Pada kuartal pertama tahun ini saja, jumlah rumah tangga di Inggris yang termasuk tunawisma, atau menjadi terancam tunawisma naik 5,4% dibandingkan tahun lalu, menjadi 74.230 rumah tangga.

Tidak berhenti sampai di situ, sektor transportasi di Inggris juga terancam 'mati suri'. Bagaimana tidak, lebih dari 2.000 pengemudi bus di London beserta 600 stafnya di Kent berencana melakukan aksi mogok pekan depan. (nda)

Baca Juga :
Inggris Respons Penolakan RI soal Referendum Empat Wilayah di Ukraina

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA