• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ogah Ikut Wajib Militer untuk Perang Lawan Ukraina, Warga Rusia Lakukan Demonstrasi ke Putin

Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin berpose dengan burung elang saat menghadiri pertemuan dengan ahli burung dan anggota pusat penangkaran elang Kamchatka di wilayah Kamchatka, Rusia, Senin (5/9/2022). (ANTARA FOTO/Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via Reuters/rwa)
Arsip - Presiden Rusia Vladimir Putin berpose dengan burung elang saat menghadiri pertemuan dengan ahli burung dan anggota pusat penangkaran elang Kamchatka di wilayah Kamchatka, Rusia, Senin (5/9/2022). (ANTARA FOTO/Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via Reuters/rwa)

MOSKOW, kilat.com- Aparat kepolisian Rusia mengamankan lebih dari 1.300 warga yang menggelar demonstrasi menentang perintah wajib militer di tengah perang dengan Ukraina.

Kelompok pemantau independen OVD-Info melaporkan bahwa lebih dari seribu warga itu ditangkap saat demonstrasi pecah di berbagai kota di Rusia.

Berdasarkan keterangan yang dikutip CNN, OVD-Info menyatakan bahwa dari keseluruhan angka itu, setidaknya 520 di antaranya ditahan di Moskow, sementara 524 lainnya dibekuk di St Petersburg.

Sebagaimana dilansir The Washington Post, mobilisasi pada umumnya berarti perintah wajib militer, atau pemanggilan warga biasa untuk mengikuti kegiatan militer.

Kali ini, Putin hanya memerintahkan mobilisasi parsial. Artinya, hanya warga dari kelompok tertentu yang akan direkrut untuk wajib militer.

Baca Juga :
Ngeri! Ogah Ikut Wajib Militer, Warga Rusia Nekat Berenang Lewati Sungai ke Estonia

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, menyatakan bahwa target wajib militer kali ini adalah warga yang sudah memiliki kemampuan militer.

Menurutnya, Rusia bakal merekrut 300 ribu tentara cadangan dalam wajib militer ini. Kini, proses perekrutan sedang berlangsung.

Para warga memprotes kebijakan ini. Gerakan pemuda pro-demokrasi di Rusia, Spring, menganggap perintah ini melanggar hak asasi manusia.

"Vladimir Putin baru saja mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia. Artinya, ribuan pria Rusia, ayah-ayah kami, saudara-saudara, dan suami kami akan dilempar ke penggiling daging, yaitu perang," demikian pernyataan Spring yang dikutip Al Jazeera. (cen)

Baca Juga :
Ini Dampak dan Kerugian Jika Putin Nekat Gunakan Senjata Nuklir

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA