• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Bensin dan Solar Naik Gila-gilaan, Ribuan Warga Bangladesh Geruduk SPBU

Ilustrasi. Sejumlah SPBU di Bangladesh didatangi ribuan warga setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar hingga 52 persen. (Mamunur Rashid/NurPhoto via Getty Images)
Ilustrasi. Sejumlah SPBU di Bangladesh didatangi ribuan warga setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar hingga 52 persen. (Mamunur Rashid/NurPhoto via Getty Images)

JAKARTA, kilat.com- Beberapa SPBU di Bangladesh didatangi ribuan warga usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak menginjak sampai 52 persen. Kenaikan tersebut dipicu harga minyak yang melonjak tinggi.

Invasi Rusia ke Ukraina telah meyebabkan harga energi global naik tajam. Walaupun dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak mulai turun sebab kekhawatiran kemungkinan resesi meningkat.

Dhaka menyampaikan pada Jumat waktu setempat bahkan harga bensin naik 51,7 persen dan solar naik 42,5 persen mulai tengah malam.

Oleh karena itu, sejumlah pengendara sepeda motor lantas berlomba ke tempat pembelian bahan bakar untuk mengisi bensin sebelum kenaikan harga mulai berlaku.

Sejumlah stasiun pengisian mesti menghentikan penjualan dan melakukan protes besar-besaran. Para pengunjuk rasa mengungkapkan kenaikan tersebut dilakukan tak proporsional, merugikan puluhan juta orang miskin di negara itu yang memakai diesel untuk menggerakkan transportasi serta pompa irigasi pertanian.

Baca Juga :
Perlambatan Ekonomi, Harga Minyak Naik Tipis

Bukan hanya kerusuhan juga demonstrasi, Komisaris Polisi Md Nisharul Arif menyampaikan kepada AFP, di salah satu wilayah bahkan ditemukan pengecer yang mencoba menaikkan harga lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah.

"Orang-orang berkumpul dan memprotes di depan semua pompa bahan bakar di kota Sylhet," jelasnya.

Sementara, Menteri Energi Bangladesh Nasr Hamid menyampaikan keputusan tersebut didorong oleh pasar global.

"Beberapa penyesuaian harus dilakukan mengingat situasi global. Jika situasinya normal, harga BBM akan direvisi," ujarnya. (ara)


Baca Juga :
DPR RI Beri Komentar Soal Rencana Kenaikan Harga BBM: Jangan Nyusahin Rakyat!

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA