• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Tegang! Taipei Klaim 20 Jet dan 10 Kapal Perang China Terobos Perairan Taiwan

Helikopter militer China melintas di pulau Pingtan dan disaksikan para turis pada Kamis (4/8/2022). Pulau Pingtan adalah wilayah China yang terdekat dengan Taiwan. China menggelar latihan militer setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.(AFP/HECTOR RETAMAL)
Helikopter militer China melintas di pulau Pingtan dan disaksikan para turis pada Kamis (4/8/2022). Pulau Pingtan adalah wilayah China yang terdekat dengan Taiwan. China menggelar latihan militer setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.(AFP/HECTOR RETAMAL)

TAIPEI, kilat.com- Otoritas Taipei melaporkan terdapat 10 kapal perang dan 20 pesawat tempur China melintasi garis tengah Selat Taiwan, Jumat (5/8/2022).

Menurut sumber pemerintah Taiwan, alutsista China yang melintasi garis median Selat Taiwan itu tetap berada di daerah tersebut sejak Jumat pagi. Sementara untuk 20 pesawat militer China terus mengudara dalam waktu yang singkat di kawasan itu.

Hal ini merupakan manuver tentara China terbaru dari latihan besar-besarannya yang digelar di Beijing di tengah memanasnya hubungan dengan Taiwan lantaran kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi ke Taipei pada Rabu, (3/8/2022) pekan ini.

Namun, Kementerian Pertahanan mengungkapkan militernya telah mengerahkan pesawat tempur, kapan hingga sistem rudal berbasis darat demi memantau operasi armada militer yang tengah menggelar latihan militer besar-besaran ini.

Kemhan tersebut mengklaim kapal China dan satu pesawat tempurnya telah menembus garis median Selat Taiwan pada Jumat (5/8/2022). Taiwan menilai tindakan yang dilakukan oleh China merupakan aksi yang sangat provokatif.

Baca Juga :
Ini Momen Kasal Resmikan Operasi Kapal Perang Jenis Angkut Tank

Tak hanya itu, Kemhan Taiwan menegaskan negaranya bakal mempersiapkan diri untuk pertempuran, tetapi tak akan memulai perang.

Sebagaimana diberitakan CNN, China telah memulai latihan militer di dekat wilayah Taiwan sejak Kamis (4/8). Dalam latihan itu, China mengerahkan rudal balistik, jet tempur, dan kapal perang di sekitar Taiwan.

Tak hanya itu, Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) juga mendeklarasikan sejumlah zona bahaya larangan bepergian di sekeliling Taiwan.

Beijing sendiri menilai tindakan itu merupakan respons yang sesuai menanggapi kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan beberapa waktu lalu.

Ketegangan China vs Taiwan pun kian memanas terutama setelah Beijing menembakkan proyektil dan 11 rudal balistik ke Selat Taiwan dan sekitarnya pada Kamis (4/8/2022) siang.

Baca Juga :
Obat Anti Covid-19 Buatan China Telah Dipasarkan, Harganya Dibanderol Rp659 Ribu Per Botol

Penembakan rudal ini berlangsung kala China memulai latihan militer besar-besaran di enam titik yang mengelilingi Taiwan. Latihan itu dimulai siang hari ini sekitar pukul 12.00 waktu setempat hingga Minggu (7/8/2022).

Sejumlah reporter CNN melihat beberapa proyektil kecil ditembak dari instalasi militer terdekat China sekitar pukul 13.13 waktu setempat. Gumpalan asap putih dan suara ledakan keras juga terdengar saat proyektil ditembakkan.

Sementara itu, Kemhan Taiwan mengatakan China juga mulai menembakkan sejumlah rudal balistik Dongfeng di perairan timur laut dan barat daya Taiwan pada pukul 13.56 waktu setempat.

Tak hanya itu, dua rudal diluncurkan oleh China menuju kepulauan Matsu Taiwan sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Kedua rudal itu menuju ke dua titik latihan militer yang diumumkan China sebelumnya.

Sejak itu, China meluncurkan sejumlah rudal balistiknya ke kawasan itu dan mengirim puluhan jet tempur serta kapal perang ke Selat Taiwan.

Baca Juga :
Peringati HUT RI ke-77, WNI di Beijing Keliling Sepeda Sejauh 77 Kilometer

Latihan militer ini pun tak hanya membuat gusar Taiwan dan AS, tapi juga tetangga China di kawasan seperti Jepang.

Sebab, sejumlah rudal yang ditembakkan China akhirnya jatuh ke perairan Jepang. Menurut Perdana Menteri Fumio Kishida, latihan militer China ini benar-benar masalah serius yang berdampak pada keamanan nasional Jepang. (jri)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA