• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Memanas! Otoritas Taiwan Minta Indonesia Kecam Latihan Militer China

Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen, Foto: tsai_ingwen
Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen, Foto: tsai_ingwen

TAIPEI, kilat.com- Di tengah lawatan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi ke Taipei. Taiwan meminta Indonesia untuk mengecam latihan miltier besar-besaran China yang memblokade wilayahnya itu.

Diketahui, China telah melakukan latihan militer simulasi perang hingga meluncurkan sejumlah rudal jenis Dongfeng di enam titik yang mengelilingi Taiwan sejak Kamis (4/8/2022).

"Saya dengan ini menyerukan kepada semua kalangan di Indonesia untuk mengutuk tindakan militer China yang merusak status quo Taiwan dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta menuntut China untuk segera menghentikan semua provokasi militer," ujar Perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), John Chen, dalam pernyataan resmi pada Jumat (5/8/2022).

Chen juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia agar menunjukkan solidaritas terhadap Taiwan di tengah gencatan China. Ia berharap dengan hal ini dapat bersama-sama mempertahankan nilai demokrasi dan menjaga perdamaian serta stabilitas tatanan internasional.

Seperti yang diketahui, Indonesia tak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan namun hanya menjalin hubungan diplomatik dengan China dan menjunjung prinsip Satu China.

Baca Juga :
Ketakutan Nonton Pengabdi Setan 2 Communion, Raline Shah Tetap Terlihat Cantik

Bagi Tiongkok, setiap negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan China, mereka diwajibkan untuk menerapkan kebijakan Satu China. Di mana prinsip tersebut mengklaim bahwa China merupakan pemerintah resmi wilayahnya yang mencakup daratan China, Tibet, Hong Kong, Macau dan Taiwan.

Pejabat Presiden Xi Jinping menanggapi lawatan Pelosi alias pejabat tertinggi ketiga di AS ke Taiwan itu sebagai dukungan Washington terhadap Taipei yang nekat ingin memerdekakan diri.

Lebih lanjut, Taiwan menganggap perdamaian di Selat Taiwan sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas regional dan global.

"Pada saat bersamaan juga akan mempengaruhi kesejahteraan sebagian besar diaspora Indonesia di Taiwan," kata John.

Perwakilan Taipei tersebut menganggap latihan militer China merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Baca Juga :
Bima Sakti Pastikan Rotasi Pemain saat Hadapi Myanmar di Semifinal Piala AFF U-16

Setidaknya sejumlah proyektil dan 11 rudal balistik diluncurkan China ke Selat Taiwan. Beberapa dari rudal itu bahkan dilaporkan terbang melewati Taiwan dan jatuh di perairan Jepang.

John mengatakan latihan militer China ini mempengaruhi operasi 17 jalur pelayaran internasional, dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan. Ia mengatakan beberapa latihan China ini telah "menginvasi perairan teritorial, wilayah yang berdekatan dengan Taiwan."

Ketegangan China vs Taiwan kian memanas terutama setelah Beijing menembakkan proyektil dan 11 rudal balistik ke Selat Taiwan dan sekitarnya pada Kamis, (4/8/2022) siang.

Penembakan rudal ini berlangsung kala China memulai latihan militer besar-besaran di enam titik yang mengelilingi Taiwan. Latihan itu dimulai siang hari ini sekitar pukul 12.00 waktu setempat hingga Minggu (7/8/2022).

Simulasi perang yang mencakup latihan tembak-menembak amunisi jarak jauh ini dilakukan China kala marah dengan lawatan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan Rabu kemarin.

Baca Juga :
Google Sempat Down, Ternyata Ini Penyebabnya!

Sejumlah reporter melihat beberapa proyektil kecil ditembak dari instalasi militer terdekat China sekitar pukul 13.13 waktu setempat. Gumpalan asap putih dan suara ledakan keras juga terdengar saat proyektil ditembakkan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China juga mulai menembakkan sejumlah rudal balistik Dongfeng di perairan timur laut dan barat daya Taiwan pada pukul 13.56 waktu setempat.

Tak hanya itu, dua rudal diluncurkan oleh China menuju kepulauan Matsu Taiwan sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Kedua rudal itu menuju ke dua titik latihan militer yang diumumkan China sebelumnya.

Sejak itu, China meluncurkan sejumlah rudal balistiknya ke kawasan itu dan mengirim puluhan jet tempur serta kapal perang ke Selat Taiwan. (jri)

Baca Juga :
Semifinal Piala AFF U-16 2022: Lawan Myanmar, Timnas Indonesia Siapkan Algojo Adu Penalti

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA