• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

RSUD Kotapinang di Sumut Dituding Beri Infus Kedaluwarsa pada Pasien Balita

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan. Foto: Husin
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan. Foto: Husin

LABUHANBATU, kilat.com- Lima orang diperiksa polisi terkait dugaan pemberian infus kedaluwarsa kepada pasien anak oleh petugas RSUD Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumut.

Informasi ini dipaparkan oleh Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan saat berkunjung ke Polsekta Kotapinang, Senin (2/8/2021).

"Dugaan penggunaan obat kedaluwarsa yang dilaporkan masyarakat, kita dari Sat Reskrim Polres Labuhanbatu sudah melakukan penyelidikan. Dan saat ini sudah lima orang kita lakukan wawancara baik dari pihak Rumah Sakit maupun keluarga pasien", ujarnya kepada wartawan.

Saat ini kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Jika terjadi tindak pidana sesuai alat bukti, maka akan kepolisian akan meningkatkan statusnya menjadi proses penyidikan.

"Untuk hukuman nanti kita kenakan undang-undang kesehatan, namun saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti, supaya kita bisa membuat terang peristiwa itu dan kita tetapkan tindak pidana kesehatan," kata Deni.

Baca Juga :
Satpol PP Sikat Habis Iklan Rokok Warung-warung Kecil di Jakarta

Sebelumnya diberitakan, AS (4) seorang pasien anak di RSUD Kotapinang diberi infus kedaluwarsa oleh rumah sakit. Tak terima, orang tua pasien kemudian melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Ya, pagi itu juga. Ke Polres,” kata ibu pasien, Warhamni Siregar, Jumat (30/7/2021) saat menjawab pertanyaan kapan dia melaporkan kasus ini ke polisi. ( Husin )

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA