• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Surveyor Indonesia Raup Pendapatan Rp670 Miliar

Surveyor Indonesia
Surveyor Indonesia

JAKARTA, kilat.com - PT Surveyor Indonesia (Persero) telah membukukan pendapatan sebesar Rp670 miliar selama semester I tahun ini.

"Sampai Juni 2021 Surveyor Indonesia telah membukukan pendapatan sebesar Rp670 miliar atau 46 persen dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun," ujar Direktur Utama Surveyor Indonesia Muhammad Haris Witjaksono.

Sedangkan untuk laba bersih, kata dia, sebesar Rp81 miliar atau 40,1 persen dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp203 miliar.

Target pendapatan Surveyor Indonesia tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh tiga persen dari realisasi pendapatan tahun 2020, dengan target laba bersih sebesar Rp154,4 miliar.

Fokus dan strategi Surveyor Indonesia pada tahun ini mengacu pada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024 yang telah diselaraskan dengan Rencana Strategis/Masterplan Klaster Jasa Survey berupa strategic pillar initiatives dan strategic foundation.

Baca Juga :
Selama 8 Bulan Pendapatan Negara Mencapai Rp1.177,6 Triliun

Segmen layanan Surveyor Indonesia mencakup sektor migas dan sistem pembangkit, mineral dan batu bara, infrastruktur serta penguatan institusi dan kelembagaan.

Sektor lain yang menjadi target pasar dan akan dikembangkan melalui strategi kemitraan adalah Information Communication Technology (ICT), lingkungan dan agrikultur, makanan, kesehatan, energi baru terbarukan, serta infrastruktur transportasi.

Pada akhir tahun 2020, Surveyor Indonesia memiliki pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,419 triliun atau 108,3 persen dari anggarannya sebesar Rp1,310 triliun yang merupakan kontribusi dari divisi bisnis migas dan sistem pembangkit sebesar 41,1 persen, sektor penguatan institusi dan kelembagaan 21,9 persen, sektor mineral dan batubara 19,5 persen, dan sektor infrastruktur 17,6 persen.

Jasa survei merupakan sektor penyumbang pendapatan terbesar tahun 2020 sebesar Rp480,1 miliar, disusul oleh jasa inspeksi Rp398,7 miliar, jasa verifikasi Rp290,7 miliar, jasa konsultasi Rp163,45 miliar, jasa sertifikasi Rp66,1 miliar dan jasa testing sebesar Rp19,9 miliar.

Baca Juga :
Sampai Agustus Pemerintah Sudah Habiskan Rp1.560,8 Triliun untuk Belanja Negara

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA