• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Indika Energy Raih Laba USD55,8 Juta

Indika Energy
Indika Energy

JAKARTA, kilat.com - Sepanjang semester I 2021 PT Indika Energy Tbk mencetak laba inti sebesar USD 55,8 juta atau setara Rp807,3 miliar.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 6,5 juta.

Wakil Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand dalam keterangannya di Jakarta, Senin, mengatakan peningkatan permintaan dan terbatasnya pasokan batu bara telah meningkatkan harga jual batu bara yang turut berperan dalam peningkatan laba bersih perseroan.

"Sepanjang semester I 2021, perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang solid dan mencapai target produksi batu bara yang ditetapkan," katanya. 

Indika Energy juga mencatat hasil positif untuk laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 12 juta dolar AS meningkat dibandingkan rugi bersih sebesar 21,9 juta dolar AS pada semester I 2020.

Baca Juga :
Selama 8 Bulan Pendapatan Negara Mencapai Rp1.177,6 Triliun

Peningkatan kinerja anak-anak perusahaan serta peningkatan permintaan dan perbaikan harga batu bara mendongkrak kinerja perseroan secara keseluruhan.

Indika Energy membukukan pendapatan 1,28 miliar dolar AS atau meningkat 14,1 persen dari capai periode tahun lalu sebesar 1,12 miliar dolar AS.

Laba kotor perseroan tercatat sebesar 294,0 juta dolar AS atau meningkat 68,7 persen dibandingkan periode semester I 2020 sebesar 174,3 juta dolar AS.

Sementara itu beban keuangan perseroan meningkat 15,9 persen dari 47,6 juta dolar AS menjadi 55,2 juta dolar AS akibat peningkatan beban bunga atas obligasi baru dengan tingkat kupon yang lebih tinggi serta tambahan utang sebesar 125 juta dolar AS untuk mendanai investasi diversifikasi.

"Investasi diversifikasi Indika Energy meliputi tambang emas, teknologi digital, energi baru dan terbarukan, kendaraan motor listrik, juga solusi berbasis alam atau nature based solutions. Kami menargetkan 50 persen pendapatan dari sektor non-batu bara pada tahun 2025," kata Aziz.

Baca Juga :
Sampai Agustus Pemerintah Sudah Habiskan Rp1.560,8 Triliun untuk Belanja Negara

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA