• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kacau! Warga Bekasi Gagal Divaksin Gegara NIK KTP Dicatut WNA

Barang bukti KTP warga yang batal divaksin di Bekasi. (Roni Sianturi/Kilat.com)
Barang bukti KTP warga yang batal divaksin di Bekasi. (Roni Sianturi/Kilat.com)

BEKASI, kilat.com- Wasit Ridwan (47), warga Perumahan Vila Mutiara Cikarang, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan gagal melakukan Vaksinasi di wilayahnya dikarenakan NIK e-KTP nya sudah digunakan Warga Negara Asing (WNA). Hal tersebut diketahui setelah petugas vaksinasi melakukan input data perumahan tempat tinggalnya pada Kamis (29/07/21)

Menurut Wasit Ridwan (47), yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan di Cikarang, dirinya pada saat itu hendak mengikuti kegiatan vaksinasi di wilayahnya namun ia tidak bisa melakukan vaksinasi dikarenakan saat petugas melakukan input data. NIK e-KTP miliknya sudah digunakan Warga Negara Asing (WNA) bernama Lee In Wong.

Berdasarkan data yang terlihat, WNA tersebut sudah melakukan vaksinasi pada tanggal 25 Juni bertempat di KKP Kelas 1 Tanjung Priok dan rencananya vaksinasi tahap kedua pada 17 September 2021 nanti.

Wasit Ridwan menuturkan, dirinya sangat terkejut mendengar hal yang disampaikan Petugas Vaksinasi, karena NIK e-KTP nya sudah digunakan untuk vaksinasi dengan nama orang lain.

"Mendengar hal itu saya pulang dan akhirnya gagal vaksin, saya minta bantuan ke relawan Vaksinasi untuk mengecek ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi dan ternyata NIK e-KTP saya atas nama saya sendiri," ungkap Wasit Ridwan saat diwawancarai kilat.com, Sabtu (31/07/21)

Baca Juga :
Ditetapkan Tersangka, KPK Minta Azis Syamsuddin Kooperatif

Ia menambahkan, NIK miliknya menurut data Disdukcapil Kabupaten Bekasi, sudah terdata atas namanya sendiri. Namun, proses vaksin tetap tidak bisa dilakukan.

Sampai saat ini, Disdukcapil Kabupaten Bekasi meminta yang bersangkutan menunggu sampai 5 hari ke depan karena baru bisa diproses.

Wasit Ridwan merasa sangat dirugikan karena data dirinya digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan ia khawatir NIK e-KTP miliknya digunakan hal-hal yang merugikannya.

"Saya sangat dirugikan, sebelumnya ketika pembuatan Buku Tabungan, SIM dan sebagainya tidak ada masalah dengan NIK e-KTP yang saya gunakan sampai saat ini," katanya. (Roni Sianturi)

Baca Juga :
Satpol PP Sikat Habis Iklan Rokok Warung-warung Kecil di Jakarta

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA