• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pengemudi Ojol di Lamongan Jadi Tersangka Pemerkosaan Santriwati

Tersangka S (39) saat dibekuk kepolisian Lamongan. Foto: Amirul
Tersangka S (39) saat dibekuk kepolisian Lamongan. Foto: Amirul

LAMONGAN, Kilat.com- Kepolisian Resort Lamongan, Jawa Timur, menangkap S (39) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pemerkosaan terhadap santriwati salah satu pondok pesantren.

"Benar, pelaku telah kita amankan," jelas Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/7/2021).

Dari keterangan Yoan, kasus tersebut berawal saat korban kabur dari pondok pesantren setelah bertengkar dengan temannya. Saat berada di jalan, korban bertemu dengan pelaku.

"Saat kabur tersebut korban bertemu dengan pelaku dan dibujuk oleh untuk diajak pulang ke rumah pelaku," jelas Yoan.

Yoan menjelaskan aksi bejat S (39) yang merupakan tukang ojek online (ojol) tersebut dilakukan pada Kamis (22/7/2021). Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian menelantarkan korban kembali ke jalan.

Baca Juga :
Satpol PP Sikat Habis Iklan Rokok Warung-warung Kecil di Jakarta

"Penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan salah satu pengurus pondok ke Polres Lamongan. Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan mendapat petunjuk terkait keberadaan terduga pelaku pencabulan yang berprofesi sebagai tukang ojek," imbuhnya.

Pelaku, tegas Yoan, berhasil ditangkap petugas pada Senin (26/7/2021) siang dan diamankan di Polres Lamongan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan, lanjut Yoan, pelaku mengakui telah melakukan pemerkosaan terhadap korban.

"Selain mengakui perbuatannya, pelaku mengaku melakukan perbuatannya karena khilaf," tegas Yoan.

Atas perbuatannya, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Amirul)

Baca Juga :
Dua Orang Diamankan Saat Jokowi Kunjungi Cilacap, Ini Sebabnya

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA