• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Meski Pandemi, Pemerintah Harus Tetap Agresif Tarik Investasi

Karyawati Sharp Indonesia merakit mesin cuci bukaan atas di pabrik Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City, Karawang Barat, Jawa Barat. Foto: ist
Karyawati Sharp Indonesia merakit mesin cuci bukaan atas di pabrik Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City, Karawang Barat, Jawa Barat. Foto: ist

JAKARTA, kilat.com - Meski Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19, pemerintah disarankan untuk tetap agresif mencari investasi baik dari investor asing maupun domestik.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute Agung Pambudi hal itu perlu dilakukan pemerintah melalui Kementerian Investasi (Kemenves).

“Kemenves memang harus agresif untuk menarik investasi untuk penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah ekonomi, agar dapat bangkit dari keterpurukan akibat pandemi," ujar Agung dalam keterangan resminya.

Menurut dia, implementasi UU Cipta Kerja juga akan menjadi poin krusial dalam pertumbuhan ekonomi nasional dari aspek realisasi investasi.

Agung juga menilai upaya vaksinasi untuk menciptakan kekebalan kelompok jadi hal yang utama. Sinergi keduanya merupakan kunci akselerasi ekonomi dalam kondisi pandemi.

Baca Juga :
Surveyor Indonesia Raup Pendapatan Rp670 Miliar

"Investasi yang masuk saat ini akan butuh waktu direalisasikan, misalnya dalam hal administrasi, infrastruktur, dan kelembagaan. Sehingga harapannya saat pandemi bisa diatasi dengan program vaksin yang akan ada tambahan aktivitas ekonomi riil setelahnya," kata Agung.

Apalagi sejumlah sektor industri yang jadi fokus Kemenves seperti manufaktur berorientasi ekspor, farmasi, otomotif, infrastruktur, pertambangan, memang butuh waktu yang relatif tak sebentar untuk beroperasi.

Di sisi lain Kemenves juga diharapkan bisa mendorong investasi di sektor inovasi dan teknologi, karena sektor tersebut akan dapat memberikan nilai tambah dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Kemenves berhasil mendatangkan investasi dari salah satu perusahaan pangan global Cargill senilai 350 juta dolar AS untuk jangka waktu sampai tiga tahun mendatang.

Rencana investasi itu terdiri atas perluasan usaha 50 juta dolar AS, pabrik pengolahan jagung di Jawa Timur senilai 100 juta dolar AS yang akan beroperasi secara komersial pada awal 2022, dan fasilitas kilang minyak kelapa sawit di Lampung senilai 200 juta dolar AS yang telah dimulai dan ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2022.

Baca Juga :
Tes Swab dan PCR Covid-19 di Indonesia Dinilai Terlalu Mahal!

Kemenves akan mendorong sejumlah upaya untuk lebih aktif menarik investor ke Indonesia. Mulai dari mempermudah akses perizinan dan perbankan, sampai memberikan layanan komperhensif kepada investor hingga mereka mulai melakukan produksi.

Upaya Kemenves tersebut juga akan ditopang dengan sejumlah insentif berupa tax holidays, tax allowance, pembebasan bea masuk buat impor mesin dan bahan baku. 

Ada juga super deduction tax bagi investor yang menyerap banyak tenaga kerja, menyelenggarakan program vokasi sampai mendorong aspek penelitian dan pengembangan. (Syu/Syu)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda

Surveyor Indonesia Raup Pendapatan Rp670 Miliar

Finance | 50 minutes ago

Indika Energy Raih Laba USD55,8 Juta

Finance | 1 hour ago