• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Ada Pasien Reaktif Covid-19 Melahirkan, Puskesmas Lubukbasung Ditutup Sementara

Puskesmas Lubukbasung. Foto: Dinkes Agam
Puskesmas Lubukbasung. Foto: Dinkes Agam

LUBUKBASUNG, kilat.com- Pelayanan Ruang Rawat Inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ditutup. Langkah ini diambil setelah ada pasien yang baru melahirkan hasil rapid antigennya reaktif, Rabu (21/7/2021).

"Pelayanan Ruangan Rawat Inap dan IGD kami tutup untuk sementara waktu setelah hasil usap petugas yang melayani pasien itu keluar," kata Kepala Puskesmas Lubukbasung dr Heni Lestari seperti melansir Antara, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu, sampel kelima petugas kesehatan yang melayani pasien tersebut sudah diambil dan langsung dikirim ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas.

"Setelah hasil keluar, maka pelayanan akan kita buka kembali," kata Heni.

Heni menjelaskan pelayanan Ruang Rawat Inap dan IGD itu ditutup setelah pasien yang berusia 41 tahun yang hendak melahirkan di Puskesmas Lubukbasung. Setelah mendapatkan layanan awal, pasien itu dilakukan rapid antigen dengan hasil reaktif.

Baca Juga :
Biaya Tes Covid-19 Mahal, Pengusaha Mengeluh

Dengan kondisi itu, awalnya pihak puskesmas merujuk pasien ke RSUD Lubukbasung, namun tidak bisa akibat dokter sedang melakukan isolasi mandiri. Setelah itu, pihaknya mencoba menghubungi pihak RSUD Kota Pariaman dan tidak menerima akibat pelayanan ditutup.

Tak kunjung mendapat bantuan dari rumah sakit, petugas kesehatan Puskesmas Lubukbasung kemudian mengambil tindakan untuk persalinan pasien tersebut. Sebab, saat sampai di Puskesmas Lubukbasung pasien itu sudah pembukaan tujuh sampai delapan.

"Kita mengambil kebijakan untuk mengambil tindakan, setelah saya melakukan koordinasi dengan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Agam," lanjut Heni lagi.

Saat ini, pasien dan anak yang baru dilahirkan sudah pulang ke rumah, setelah kondisi kesehatan sudah membaik. Pasien melakukan isolasi di rumahnya di lokasi berbeda dengan anaknya.

"Kita memantau kondisi kesehatan pasien itu setiap saat," katanya.

Baca Juga :
Tes Swab dan PCR Covid-19 di Indonesia Dinilai Terlalu Mahal!

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA