• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Gara-gara Sandiwara Holocaust, Sutradara Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 Dipecat

Ilustrasi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Reuters-antara
Ilustrasi Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Reuters-antara

TOKYO, kilat.com- Sutradara pertunjukan untuk acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 dipecat. Penyebabnya pun konyol.

Ya, pemecatan sutradara bernama Kentaro Kobayashi itu disebabkan sandiwara komedi dua dekade silam yang pernah dibuatnya ternyata merujuk Holocaust, nama lain pembantaian kaum Yahudi oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II.

Kentaro Kobayashi membuat komentar dalam video sketsa yang berasal dari 1998 yang muncul secara online sehari sebelum acara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 yang dijadwalkan Jumat (23/7/2021).

"Terungkap bahwa selama pertunjukan sebelumnya, (dia) menggunakan bahasa yang mengejek fakta sejarah yang tragis," tutur ketua Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto, seperti dilaporkan AFP pada Kamis (22/7/2021).

"Panitia penyelenggara telah memutuskan membebas tugaskan Kobayashi," imbuh Hashimoto.

Baca Juga :
Komentar Presiden Joko Widodo saat Video Call Greyia/Apriyani Usai Rebut Medali Emas

Dalam sketsa tersebut, Kobayashi dan rekan komedinya berpura-pura menjadi sepasang entertainer TV anak-anak terkenal.

Saat mereka melakukan brainstorming kegiatan yang melibatkan kertas, Kobayashi menujuk beberapa potongan boneka kertas dengan mengatakan "mari kita mainkan Holocaust," yang mengundang tawa penonton.

Pasangan itu kemudian bercanda tentang bagaimana seorang produser televisi marah dengan saran dari kegiatan Holocaust.

Sketsa itu pun mengejutkan sejumlah kalangan di Jepang. "Tidak dapat dielakkan bahwa mereka akan menghadapi bola api kritik," tulis seorang penonton online, meskipun yang lain mempertanyakan reaksi saat ini terhadap sketsa yang berusia lebih dari dua dekade itu.

Dalam sebuah pernyataan, Kobayashi meminta maaf. "Dalam sebuah video yang dirilis pada 1998 untuk memperkenalkan komedian muda ... sebuah sandiwara yang saya tulis berisi baris-baris yang sangat tidak pantas," beber Kobayashi.

Baca Juga :
Data-data Bukti Kealotan, Kesabaran, dan Kuatnya Mental Juara Greysia/Apriyani di Olimpiade

"Itu saat saya tidak bisa mendapatkan tawa seperti yang saya inginkan, dan saya percaya saya mencoba menarik perhatian orang dengan cara yang dangkal," kata Kobayashi menambahkan.

Kobayashi, seorang tokoh teater terkenal di Jepang, adalah anggota terakhir dari tim acara pembukaan yang mundur dengan memalukan.

Pada Senin (19/7/2021), komposer upacara pembukaan Olimpiade mengundurkan diri menyusul protes atas wawancara lama, di mana dia melakukan perundungan kepada teman sekolahnya yang seorang penyandang disabilitas.

Direktur kreatif untuk upacara pembukaan dan penutupan, Hiroshi Sasaki, juga mengundurkan diri pada Maret 2021 setelah menyarankan seorang komedian berbadan subur tampil sebagai babi. (sbn)

Baca Juga :
Manfaat Merajut bagi Kesehatan Mental seperti yang Dilakukan Tom Daley

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA