• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Ridwan Kamil Pecat Para Pelaku Pungli Makam Covid-19 di Kota Bandung

Ilustrasi para petugas pikul peti jenazah Covid-19. Foto: IG ridwankamil
Ilustrasi para petugas pikul peti jenazah Covid-19. Foto: IG ridwankamil

BANDUNG, kilat.com- Tindakan pungutan liar (pungli) terjadi di pemakaman khusus korban Covid-19 di TPU Cikadut Kota Bandung. Kepada keluarga korban, pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan penggalian, pikul jenazah, dan sebagainya.

Dalam penelusuran Kilat.com, ada seorang pelaku bernama Redi yang mengaku sebagai koordinator TPU Cikadut Kota Bandung. Ia meminta uang Rp4 juta kepada keluarga korban Covid-19 yang beragama non-muslim. Alasannya, pemerintah tak menanggung biaya pemakaman untuk non-muslim.

Setelah melakukan negosiasi, keluarga korban kemudian sepakat untuk memberikan Rp2,8 juta, dengan rincian biaya gali Rp1,5 juta, biaya pikul Rp1 juta, dan salib Rp300 ribu.

Tenyata bukan hanya non-muslim, pelaku juga melakukan aksi yang sama pada warga muslim. Seorang warga Antapani Bandung berinisial D mengatakan dimintai uang Rp1 juta saat hendak memakamkan keluarganya yang meninggal akibat Covid-19.

"Mereka meminta uang dengan alasan untuk biaya gali, biaya pikul. Semakin jauh memikul peti dari ambulans ke tempat pemakaman semakin mahal biayanya," ujarnya kepada Kilat.com, Sabtu (10/7/2021).

Baca Juga :
Dua Orang Diamankan Saat Jokowi Kunjungi Cilacap, Ini Sebabnya

Informasi pungli ini kemudian sampai kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Merespons masalah ini, ia langsung memecat sejumlah petugas gali kubur yang terbukti lakukan pungli dan melaporkannya kepada Polsek setempat.

"Kepada pemerintah kota dan kabupaten diharap tidak ada lagi kejadian semacam ini. Karena petugas gali dan pikul sudah mendapatkan upah bulanan," terang Emil. (Benjamin Christian)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA