• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Warga Gresik Heboh! Sebuah Peti Mati Berisikan Jenazah Covid-19 Tergeletak di Jalan

Tangkapan Layar video akun Rania El Firaz yang menunjukan peti mati tergeletak di Gresik. Foto: Amirul
Tangkapan Layar video akun Rania El Firaz yang menunjukan peti mati tergeletak di Gresik. Foto: Amirul

GRESIK, kilat.com- Warga Gresik di Jawa Timur dihebohkan dengan ditemukannya sebuah peti mati yang berisikan jenazah pasien Covid-19 tergeletak di jalan Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah.

Berdasarkan video berdursi 30 detik yang diunggah akun Facebook Rania El Firaz pada senin (5/7/2021), peti tersebut terjatuh dari ambulans yang tengah melaju. Diduga pintu belakang ambulans rusak sehingga peti terjatuh ke jalanan.

Menurut saksi, insiden tersebut bermula saat ambulans dalam video tersebut mengangkut jenazah korban Covid-19 menuju ke lokasi pemakaman. Namun saat memasuki wilayah Gapuro pintu masuk Desa Sekapuk, pintu mobil tiba-tiba terbuka dan peti mati tersebut terpental jatuh ke tengah jalan.

Beruntung peti yang berisikan jenazah tersebut tidak tertabrak mobil di belakang ambulans.

“Kunci belakang ambulans putus, jenazah itu mau diserahkan diserahkan keluarga atau petugas pemakaman desa untuk dimakamkan dengan protokol ber-APD,” terang warga yang enggan disebut namanya, Senin (5/7/2021).

Baca Juga :
Satpol PP Sikat Habis Iklan Rokok Warung-warung Kecil di Jakarta

Melihat kejadian ini, tak ada warga sekitar yang berani mendekat karena mereka tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Pas jatuh, gak ada yang mau angkat dan tak boleh angkat. Karena tidak ber-APD,” ungkap saksi melanjutkan ceritanya.

Ia menambahkan, mobil ambulans itu hanya dikemudikan oleh seorang sopir tanpa pengawalan petugas protokol pemakaman dari rumah sakit.

“Cuma sopir saja, tidak dikawal petugas rumah sakit, karena pemakaman diserahkan keluarga atau petugas pemakaman desa, sementara polisi stand by di lokasi pemakaman,” bebernya.

Saat ini jenazah telah dimakamkan oleh pihak keluarga dengan menggunakan protokol ketat. (Amirul Mukminin) 

Baca Juga :
Dua Orang Diamankan Saat Jokowi Kunjungi Cilacap, Ini Sebabnya

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA