• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

TOSS untuk Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan di Ende

Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur
Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

ENDE, kilat.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengapresiasi program Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS) untuk menjadi bahan baku energi kerakyatan di Ende, Nusa Tenggara Timur untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Realisasi TOSS ini menjadi solusi dari masalah sampah di Ende yang didominasi oleh sampah biomassa. Produk olahan TOSS ini juga akan dijadikan bahan baku co-firing oleh PLTU Ropa dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar masyarakat Ende.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pada Virtual Talkshow Kick Off Continous Run Cofiring di PLTU ROPA dan Wisata Energi Bersih di Kabupaten Ende mengatakan bahwa program ini merupakan kolaborasi dari Pemkab Ende, PT PTL (Persero) UPK Flores, Comestoarra.com, dan organisasi nirlaba Acil yang akan meningkatkan kualitas dan keberlanjutan lingkungan pariwisata Indonesia ke depannya.

"Kami sangat support karena pariwisata yang berkualitas, pariwisata era baru pasca pandemi adalah pariwisata yang mengutamakan cleanliness, health, safety and environmental sustainability. Kita ingin dorong kelestarian, keberlanjutan lingkungan, dan juga keramahan lingkungan," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Bupati Ende Djafar H. Achmad yang juga hadir dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan TOSS ini menjadi bagian dari terobosan Pemerintah dan beberapa pihak yang berkaitan dengan lingkungan dan masalah sampah.

Baca Juga :
Menjumpai Gulungan Ombak Bono, Fenomena Unik di Sungai Kampar

“Realisasi dari TOSS di Kabupaten Ende ini menjadi solusi permasalahan yang didominasi oleh sampah biomassa seperti daun, ranting, rumput, limbah perkebunan, limbah pertanian, dan sampah organik lainnya,” ujar Djafar. (mer/faj).

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA