• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Sirkuit Nasional Wushu Taolo II/2021, Dokter Rumah Sakit Juara Nan Quan Senior Putri

Tim Wushu dari Sumatera Utara yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, diperkuat seorang yang berprofesi sebagai dokter, dr Dessy Indri Astuti. (Foto: Dok. pribadi).
Tim Wushu dari Sumatera Utara yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, diperkuat seorang yang berprofesi sebagai dokter, dr Dessy Indri Astuti. (Foto: Dok. pribadi).

JAKARTA, kilat.com- Tim Wushu dari Sumatera Utara yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021, ternyata diperkuat salah satu atlet yang berprofesi sebagai dokter.

Ternyata Tim Wushu Sumatera Utara yang akan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, 2-15 Oktober 2021, diperkuat salah satu atlet putri yang berprofesi sebagai dokter.

Nama atlet tersebut adalah dr Dessy Indri Astuti, dia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan saat ini berdinas di salah satu rumah sakit di Medan.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai dokter, Dessy panggilan akrab Dessy Indri Astuti mengaku tidak terganggu dengan statusnya sebagai atlet. Dia tetap menjalankan program latihan persiapan menuju PON Papua 2021 secara rutin.

"Tidak ada masalah menjalankan profesi sebagai dokter dan juga atlet. Biasanya, saya menjalankan program latihan itu sore hari setelah habis dinas di rumah sakit," kata Dessy, Kamis (24/6/2021), seperti dilaporkan gonews.

Baca Juga :
Lifter Indonesia Nurul Akmal Terjegal di Olimpiade Tokyo 2020

Ternyata keuletannya dalam menjalankan program latihan berbuah hasil. Pada Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II/2021 yang digelar secara virtual, Dessy yang memperkuat Tim Wushu Sumatera Utara terlihat begitu sempurna memperagakan jurus tangan kosong selatan (Nan Quan) secara sempurna.

Dengan mengantongi 9,50 poin, Dessy meraih emas mengalahkan Joceline Candra Kanti Tara dari Yogyakarta yang harus puas dengan medali perak dengan 9,47 poin dan Fayla Maharani Ningtyas dari Jawa Tengah dengan 9,46 poin mendapat perunggu.

"Alhamdulillah, dengan persiapan seadanya saya mampu meraih medali emas Nan Quan. Kunci keberhasilan itu dimulai dari niat, kerja keras dan doa," ungkap pengidola bintang wushu, Huang Jian Gang.

Ketika ditanyakan soal target di PON Papua 2021? Dessy tidak mau menjanjikan muluk-muluk. Padahal, kariernya di wushu cukup bagus. Dia pernah tercatat sebagai peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu 2011 dan telah empat kali tampil pada pesta akbar olahraga empat tahunan nasional tersebut.

Di PON Kalimantan 2008, Dessy meraih medali emas. Kemudian, medali perunggu PON Riau 2012 dan perak pada PON Jawa Barat 2016. Dia hanya menjawab, "Perform terbaik dan masuk dalam 3 besar."

Baca Juga :
Aksi Protes Atlet AS Bikin Tanda X di Podium Olimpiade Tokyo 2020

Di tengah pandemi Covid-19 hampir semua kegiatan olahraga terganggu. Begitu juga program persiapan atlet menuju PON Papua 2021. Lantas apa yang dilakukannya untuk menghindari pandemi Cpvid-19? "Tetap menjalankan protokol kesehatan. Diri kita sndiri yang paham mengenai kondisi fisik kita. Jika merasa kurang fit, biasanya saya ijin untuk tidak latihan dulu dan saya langsung istirahat di rumah, minum obat dan vitamin," jawabnya lagi.

Dessy mengenal olahraga wushu sejak masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Dia menjalani latihan di Sasana Yayasan Wushu Kusuma Indonesia tempat dilahirkannya juara dunia Lindswel Kwok.

"Wushu olahraga beladiri dari China yang gerakan-gerakannya unik. Terus dulu pas pertama kali latihan wushu itu masih sangat jarang diketahui masyarakat kota Medan. Jadi, ya keliatan keren aja gitu pas ikut wushu," ungkapnya. (agf/sbn)

Biodata

Nama: dr Dessy Indri Astuti

Baca Juga :
Komentar Presiden Joko Widodo saat Video Call Greyia/Apriyani Usai Rebut Medali Emas

Panggilan: Dessy

Lahir: 8 Desember 1990

Pendidikan: S-1 Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU)

Sasana: Yayasan Kusuma Wushu Indonesia

Pelatih: Sandry Liong

Baca Juga :
Data-data Bukti Kealotan, Kesabaran, dan Kuatnya Mental Juara Greysia/Apriyani di Olimpiade

Prestasi:

- Emas Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II/2021

-  Perak PON Jawa Barat  2016

-  Perunggu PON Riau 2012

- Emas World Wushu Championship 2011

Baca Juga :
Anthony Ginting Akhiri Puasa Medali Olimpiade Tunggal Putra di Tokyo 2020

- Perak SEA Games Jakarta-Palembang 2011

-  Emas PON Kalimantan Timur 2008

Baca Juga :
Komentar Ayah Apriyani Rahayu Setelah Anaknya Genggam Medali Emas Olimpiade

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA