• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Terlilit Utang, Ini Salah Satu Kesalahan Garuda Indonesia di Masa Lalu

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Indra Setiawan
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Indra Setiawan

JAKARTA, kilat.com - Garuda Indonesia dikabarkan terlilit utang sampai Rp70 triliun. Menurut mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Indra Setiawan, dahulu Garuda Indonesia beroperasi dengan cara yang salah.

Pria yang memimpin Garuda Indonesia di periode 2002-2005 tersebut memaparkan bila sejak dahulu Garuda Indonesia terus menerus melakukan pemborosan dari sisi operasional.

"Satu kata yang sangat sering saya katakan, kita beroperasi dengan ekonomi biaya tinggi. Dengan segala macam bikin ini, bikin ini (kegiatan operasional yang tak efektif dan efisien), itu kan biaya tinggi," cetus Indra di Jakarta, Senin (22/6/2021).

Garuda Indonesia, menurut Indra, punya salah satu kesalahan yang membuat kinerja keuangan perusahaan terus tertekan. Salah satunya adalah penerbangan luar negeri yang terus menerus merugi namun tetap dilakukan.

Padahal ketika melakukan penerbangan ke luar negeri, Garuda Indonesia merugi karena rasio antara harga tiket dan biaya operasional penerbangan tidak sepadan.

Baca Juga :
Biaya Tes Covid-19 Mahal, Pengusaha Mengeluh

Menurut perhitungan Indra, margin untuk perjalanan ke luar negeri, terutama ke Eropa, tidaklah sebesar dalam negeri. Karena itu, dia menyarankan agar Garuda Indonesia fokus saja mengelola rute penerbangan domestik atau regional.

"Tadi saya udah kasih contoh harga tiket ke Jeddah pulang-pergi sama dengan ke Eropa, sama-sama hampir USD1.000. [Padahal] biayanya jauh lebih besar kan yang ke Eropa," kata Indra. (Syu/Syu)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda

Biaya Tes Covid-19 Mahal, Pengusaha Mengeluh

Finance | 2 minutes ago

Indika Energy Raih Laba USD55,8 Juta

Finance | 2 hours ago