• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Berkat Keteguhan Firli Bahuri KPK Kembali ke Khittah

Irjen Polisi (Purn.) Ansyaad Mbaai
Irjen Polisi (Purn.) Ansyaad Mbaai

JAKARTA, kilat.com - KPK lahir berdasarkan suatu visi bahwa semua sistem negara Indonesia ini sudah busuk sementara aparat penegak hukum tidak bisa lagi diharapkan karena juga telah menjadi sarang korupsi. Oleh karena itu harus ada suatu lembaga yang independen anti korupsi dengan posisi super power dengan prioritas membersihkan lembaga penegak hukum mulai Polri, jaksa, hakim termasuk Mahkamah Agung (MA). 

Situasi ini dilihat sebagai peluang emas bagi kelompok yang mempunyai idealisme memberantas korupsi. Semua pejabat menjadi keder dan  memberi  cek kosong kepada lembaga super power ini dengan dukungan publik (media) sehingga mereka bebas menentukan kebijakan opsional dan pembinaan terutama personel tanpa kontrol negara. Personel yang direkrut dari instansi pem- brainwash untuk menghancurkan instansi asalnya . 

Situasi ini kemudian dikooptasi oleh kepentingan politik yang memanfaatkan paham radikalisme. Pada era Abraham Samad mereka bahkan bisa mengganjal keputusan Presiden dan DPR dalam proses pengangkatan Kapolri karena Abraham Samad diduga keras berambisi menjadi wakil presiden. 

Mereka juga berhasil meyakinkan pihak internasional untuk mendapatkan dukungan dana sehingga mereka powerful memberi dana kepada para buzzer untuk conditioning proses penyidikan kasus terhadap target yang dituju. Sebelum menjadi tersangka target tertentu sudah diadili di media terlebih dahulu. Hakim pengadilan diintimidasi sehingga  prosesnya menjadi  mulus. Beruntung ada beberapa hakim yang masih mempertahankan prinsipnya sehingga  terlihat kebusukan KPK dalam proses penyidikan. 

Sekelompok penyidik KPK telah berhasil “dibaiat” dengan  paham radikalisme sampai mereka sudah terang-terangan tidak mengacuhkan ideologi negara Pancasila seperti terlihat dari beberapa indikator yang ditemukan dalam Tes Wawasan Kebangsaan  (TWK). Tidak lolos TWK, mereka protes dan para buzzer mereka (media tertentu dan LSM) melakukan provokasi untuk mengerahkan kekuatan demo dengan isu pokok bahwa KPK dilemahkan dan seterusnya.

Baca Juga :
Strategi Baru Promosi Wisata Daerah Lewat Lagu

Beruntung ada Firli  Bahuri yang tahu isi perut KPK tampil menyelamatkan KPK dari kooptasi pihak yang mempunyai agenda politik tertentu. Bravo Firli Bahuri. Kembalikan KPK pada rel yang sebenarnya! Dengan bahasa lain, KPK mesti kembali ke khittah. (IAS/niko).

(Penulis: Irjen Polisi (Purn.) Ansyaad Mbaai, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).(IAS/niko)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda

Isoman di Hotel dan Pencitraan DPR

kilatPandang | 30 Jul, 2021 14:44 WIB

Jalan Panjang untuk Mendapatkan Hak Royalti Pencipta Lagu/Musik

kilatPandang | 26 Jul, 2021 09:33 WIB

Mengail di Pandemi Covid-19

kilatPandang | 25 Jul, 2021 18:50 WIB