• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Lukai Korban, Pelaku Curas di Bandung Dibekuk Polisi

Ilustrasi pencurian. Foto: Pixabay
Ilustrasi pencurian. Foto: Pixabay

BANDUNG, kilat.com- Seorang pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) berinisial RS ditangkap satreskrim Polsek Lengkong Polrestabes Bandung. Pelaku diduga mencuri sebuah ponsel dan melukai korbannya.
 
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan pelaku sebenarnya ada 2 orang tetapi yang berhasil ditangkap baru 1.
 
"Pelaku 2 orang, 1 ditangkap, 1 orang lagi berhasil kabur menggunakan sepeda motor," jelas Adanan Mangopang saat jumpa pers di Mako Polrestabes Bandung, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga :
Tes Swab dan PCR Covid-19 di Indonesia Dinilai Terlalu Mahal!

 
Adanan menjelaskan kejadian berawal saat korban yang bernama Yakub sedang makan di warung pinggir jalan Kliningan, Kecamatan Lengkong. Kemudian RS masuk dan berpura pura memesan nasi goreng. Saat korban lengah, pelaku langsung membawa lari ponsel yang ada di atas meja.
 
Ternyata di luar warung, rekan pelaku sudah menunggu menggunakan sepeda motor. Sehingga saat ponsel sudah didapatkan keduanya langsung kabur.
 

Baca Juga :
Gerak Cepat! RSPAD Tambah Delapan Kasur di CICU untuk Pasien Covid-19

"Pelaku sempat dikejar oleh korban dan terjadi perkelahian yang mengakibatkan luka sobek di telinga kanan korban," kata Adanan lagi.
 
Satreskrim Polsekta Lengkong Polrestabes Bandung yang sedang patroli dapat segera menangkap pelaku RS setalah korban melapor. Sementara rekannya yang kabur masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
 
Saat ini pelaku RS diamankan di Mapolrestabes Bandung dan dikenakan pasal 365 Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 Tahun penjara.

Baca Juga :
RSUD Kotapinang di Sumut Dituding Beri Infus Kedaluwarsa pada Pasien Balita

 
Laporan: Benjamin Christian

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA