image

Ombudsman Sumut Sebut RSUD Pirngadi Medan Lakukan Maladministrasi

Ombudsman Sumut Sebut RSUD Pirngadi Medan Lakukan Maladministrasi

Ombudsman Sumut Sebut RSUD Pirngadi Medan Lakukan Maladministrasi

MEDAN, kilat.com- Video soal insiden pemberian tabung gas oksigen yang diduga kosong sehingga menyebabkan seorang pasien meninggal dunia di RSUP Pirngadi Medan sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. 
 
Video itu mencuri perhatian lantaran menampilkan keributan antara petugas medis dan anggota keluarga pasien yang tak terima dan menuduh petugas medis lalai dalam merawat ibunya yang sedang kritis.
 
Namun, tuduhan kelalaian dan kondisi tabung oksigen yang kosong tersebut sudah dibantah oleh pihak RSUD Pirngadi Medan.

Baca Juga :
Jawaban untuk Kamu yang Masih Meragukan Keamanan Vaksin Covid-19

 
Berbeda dengan pihak RSUD Pirngadi, Ombudsman RI Perwakilan Sumut justru menegaskan bahwa adanya tindakan maladministrasi atau perilaku atau perbuatan melawan hukum dan etika dalam proses administrasi pelayanan publik dalam peristiwa tersebut.
 
Kesimpulan ini dinyatakan Ombudsman secara tertulis di dalam LAHP (Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan) yang diterima langsung Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
 

Baca Juga :
Wali Kota Serang Tetap Izinkan Warga Gelar Hajatan dan ASN Keluar Kota

"Kami menemukan maladministrasi dalam kasus ini," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar kepada wartawan, Jumat (11/6/2021).
 
Maladministrasi itu, lanjut Abyadi, terlihat saat pihak RSUD dr Pirngadi Medan tidak mengajukan uji kelayakan atau kalibrasi alat kesehatan jenis regulator tabung oksigen kepada Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Medan.
 
"Kalibrasi untuk alat kesehatan diajukan, tapi tidak dengan regulator," ungkap Abyadi.

Baca Juga :
Jokowi Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown, Ketua DPD RI Minta Rakyat Mendukung

 
Sementara, Bobby Nasution ini menjadi pemanggilan kedua terkait fasilitas kesehatan di Kota Medan. 
 
"Ini kedua kalinya saya datang ke Ombudsman dalam kurun waktu kurang dari empat bulan saya menjadi Wali Kota Medan. Ini menjadi catatan penting yang sangat besar bagi saya terhadap pelayanan medis di Kota Medan," ujar menantu Presiden Jokowi tersebut.
 

Baca Juga :
KSAL Ancam Akan Pecat Personel TNI yang Terbukti LGBT

Laporan: Sandy

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA