image

800 Kali Ngecas, Charger Xiaomi 200W Turunkan 20% Kapasitas Baterai

800 Kali Ngecas, Charger Xiaomi 200W Turunkan 20% Kapasitas Baterai

Xiaomi mengklaim teknologi HyperCharge 200W dapat mengisi ulang baterai 4.000 mAh dari 0-100% hanya dalam waktu 8 (delapan) menit. Foto: Ist

BEIJING, kilat.com - Xiaomi baru saja mengumumkan teknologi pengisian daya 200W yang memukau industri, karena sanggup ngecas baterai 4.000 mAh dari 0-100% hanya dalam waktu delapan menit. Namun dibalik kecanggihannya itu, fast charging tersebut punya kelemahan.

GSM Arena melaporkan, saat Xiaomi melakukan Q&A tentang teknologi pengisian daya 200W, ada pertanyaan apakah pengisian daya hiper tersebut aman untuk baterai?

Xiaomi menjawabnya secara merinci dalam beberapa slide. Yakni, bagaimana mereka mengelola sel baterai untuk menghilangkan panas selama pengisian 200W bekerja dan dampak yang dirasakan pengguna dari pengisian supercepat tersebut.

Baca Juga :
Rilis Minggu Depan, Poco M3 Pro 5G Jadi Ponsel 5G Termurah di Indonesia?


Menurut perkiraan Xiaomi, baterai akan kehilangan sedikit kemampuannya di bawah 20% dari kapasitas setelah 800 kali pemakaian. Ini berarti lebih dari dua tahun jika Anda mengisi daya penuh setiap hari.

Xiaomi, mengatakan, otoritas China sendiri hanya menuntut setidaknya 60% kapasitas baterai setelah 400 kali pemakaian.

Baca Juga :
realme Indonesia x Microboy Evos Tantang Gamer Tarung di PUBG Mobile

Untuk Anda ketahui, panas adalah penyebab nomor satu kerusakan baterai. Jadi apakah kita menyimpan ponsel dan menggunakan pengisi daya 5W selama 5 jam atau pengisi daya 200W selama 10 menit, jumlah panas yang ditangani baterai akan mengurangi dayanya paling cepat.

Dan semua baterai kehilangan kapasitasnya setelah bertahun-tahun digunakan. Jadi, mengingat kecepatannya yang hebat, angka yang diklaim Xiaomi terdengar sangat masuk akal.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA