image

Makna Pengetahuan Tacit yang Jadi Penentu Megawati Sebagai Profesor

Makna Pengetahuan Tacit yang Jadi Penentu Megawati Sebagai Profesor

Megawati Soekarnoputri. Foto: pdiperjuangan.id

JAKARTA, kilat.com- Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Universitas Pertahanan bidang ilmu Kepemimpinan Strategik di Fakultas Strategi, Kampus Bela Negara, Sentul, Jumat (11/6/2021).
 
Guru Besar Universitas Pertahanan, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio mengatakan penganugerahan gelar guru besar kehormatan kepada Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
 
Menurut Marsetio, karya bersifat pengetahuan tacit yang berpotensi dikembangkan menjadi pengetahuan eksplisit di perguruan tinggi dan bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia menjadi kriteria pengusulan Megawati menjadi profesor berdasarkan peraturan menteri. 

Baca Juga :
Wali Kota Serang Tetap Izinkan Warga Gelar Hajatan dan ASN Keluar Kota

 
"Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan menilai Ibu Megawati memiliki karya pengetahuan tacit di bidang Kepemimpinan Strategik sebagai Presiden RI periode 2001-2004 dalam menghadapi krisis multi dimensi yang dihadapi Indonesia pada masa itu," ujar Marsetio.
 
Lalu apa yang dimaksud dengan Tacit Knowledge? 
 

Baca Juga :
Jokowi Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown, Ketua DPD RI Minta Rakyat Mendukung

Ikujiro Nonaka dan Hirotaka Takeuchi dalam bukunya berjudul The Knowledge-Creating Company, ada dua jenis pengetahuan, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge.
 
Tacit knowledge merupakan pengetahuan yang ada dalam otak atau pikiran seseorang, sesuai dengan pemahaman dan pengalaman orang itu sendiri.
 
Pengetahuan ini tak terstruktur, susah  didefinisikan dan diberitahukan dengan bahasa formal kepada orang lain, dan isinya mencakup pemahaman pribadi.

Baca Juga :
KSAL Ancam Akan Pecat Personel TNI yang Terbukti LGBT

 
Pengetahuan tacit mencakup segala sesuatu yang seseorang tahu, bagaimana melakukannya tetapi sulit untuk didefinisikan atau didokumentasikan.
 
Dalam pengetahuan tacit orang sering tidak menyadari pengetahuan yang mereka punya atau bagaimana itu bisa berharga/berguna bagi orang lain. Kadang-kadang pengetahuan ini tidak dibagikan karena mungkin tidak berlaku untuk peran mereka saat ini. Dalam sebuah organisasi, pengetahuan tacit meliputi kebiasaan dan perilaku yang diperoleh oleh waktu dan pengalaman. (Ratu Tiara)

Baca Juga :
Buset! Sudah 21.330 Konten Radikalisme Diblokir Kemkominfo

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA