image

Megawati Usul Jumlah Polri dan TNI Ditambah

Megawati Usul Jumlah Polri dan TNI Ditambah

Megawati Soekarnoputri saat menerima Gelar Profesor Kehormatan Unhan RI. Foto: Niko/kilat.com

SENTUL, kilat.com- Prof Dr (HC) Megawati Soekarnoputri mendorong agar jumlah TNI-Polri terus ditambah guna mengantisipasi tantangan ke depan. Dia mengusulkan penambahan jumlah TNI-Polri itu dalam orasi ilimiahnya saat pengukuhan gelar profesor ilmu pertahanan bidang kepemimpinan strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Unhan.
 
"Kepemimpinan strtegik itu langsung bersentuhan ke bawah dan bapak itu mesti nambahi baik TNI dan Polri jumlah anggotanya," kata Megawati, Jumat (11/6/2021).
 
Ketua Umum PDIP itu menyinggung jumlah 514 kabupaten/kota dengan jumlah prajurit TNI di setiap Koramil maupun anggota Polri di setiap Polsek yang dinilainya masih kurang.

Baca Juga :
Wali Kota Serang Tetap Izinkan Warga Gelar Hajatan dan ASN Keluar Kota

 
Dia pun telah menyampaikan usulannya itu kepada Kepala BIN Budi Gunawan. "Saya bilang urusan Papua itu mereka yang tuan rumah yang tahu jalan tikus mereka tahu. Itu namanya yang perlu strategi perang gerilya mereka tahu, naik pohon bisa, saya tahu," imbuhnya.
 
Presiden kelima RI itu meminta setiap usulan tak mesti selalu terlebih dahulu membahas jumlah anggaran. Menurut dia, penambahan jumlah TNI-Polri telah mendesak lantaran adanya otonomi daerah yang memekarkan banyak kabupaten/kota.
 

Baca Juga :
Jokowi Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown, Ketua DPD RI Minta Rakyat Mendukung

Menurut dia, untuk penambahan jumlah TNI-Polri melihat realita di lapangan. Sehingga, kata dia, usulan ini bisa dibahas dengan menggunakan sistem terbalik.
 
"Itu kepolisiannya BKO. BKO saja anak-anak itu tidak tahu daerah, (jadi) bagaimana mereka lihat lah, ini strateginya yang bagaimana," tutur dia.
 
Megawati menceritakan kesedihannya saat adanya peristiwa tenggelamnya KRI Mandala-402 di perairan Bali. Kata dia, saat itu keluarga intinya menyebutkan bak ember bocor karena menangis melihat realita anak bangsa.

Baca Juga :
KSAL Ancam Akan Pecat Personel TNI yang Terbukti LGBT

 
"Waktu Manggala itu saya kayak ember bocor, oalah anak-anak itu siapa ya, untung Pak Jokowi bilang menanggung rumah-rumahnya. Kita mau one day kita (seperti China) properti 0%, kita ini seperempatnya masa nggak bisa," tukas Megawati. (yus)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA