image

Cadas! Pinjaman Online Lewat Fintech Peer to Peer Lending Mencapai Rp194 Triliun

Cadas! Pinjaman Online Lewat Fintech Peer to Peer Lending Mencapai Rp194 Triliun

Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso

JAKARTA, kilat.com - Saat ini berbagai jasa keuangan berbasis digital atau fintech terus tumbuh dan berkembang. Bahkan pinjaman online banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
 
Salah satunya yang saat ini marak adalah jasa peminjaman melalui fintech peer to peer (P2P) lending atau fintech lending.
 
“Sekarang ini lending tidak hanya diberikan oleh lembaga keuangan maupun oleh bank tapi bisa dilakukan oleh peer to peer," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam keterangan resmi yang dikutip kilat.com, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga :
Modal Rp812 Miliar, PLN Selesaikan Pembangunan Jaringan Transmisi SUTT 150 KV

 
"Jumlah yang diberikan pinjaman melalui P2P ini sudah besar sekali, yaitu Rp194,1 triliun,” jelas Wimboh.
 
Lebih lanjut Wimboh menjelaskan bila sampai saat ini total jumlah penyelenggara  fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK telah mencapai sekitar 146 perusahaan.  Selain itu, masih terdapat entitas yang belum terdaftar dan berizin. 
 

Baca Juga :
Pupuk Indonesia Ingin Bangun Pabrik Pupuk di Papua Barat

“Yang ilegal banyak sekali dan tentunya akan kami tertibkan untuk semua itu memenuhi peraturan,” ujar Wimboh.
 
Selain fintech lending, ungkap Wimboh, terdapat juga jasa penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis digital atau securities crowdfunding.
 
“Jadi anak-anak muda yang belum mempunyai credit record di bank silakan mengeluarkan surat utang melalui pasar modal yang kita sebut securities crowdfunding, terutama apabila sudah mempunyai proyek-proyek, terutama proyek dengan pemerintah,” pungkasnya. (Syu/Syu)

Baca Juga :
Waduh! Distribusi Pupuk Terkendala Pendangkalan Sungai Musi

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA