image

Stafsus Presiden Jokowi Jawab Tuduhan Rizieq Shihab: Ngomong kok Ngalor-ngidul!

Stafsus Presiden Jokowi Jawab Tuduhan Rizieq Shihab: Ngomong kok Ngalor-ngidul!

Diaz Hendropriyono, Stafsus Presiden Jokowi. Foto: ist

JAKARTA, kilat.com- Tuduhan Muhammad Rizieq Shihab (MRS) terhadap sejumlah tokoh nasional telah merekayasa kasus terhadap dirinya dinilai sebagai fitnah dan kabar bohong.
 
Dalam pledoi sidang kasus Covid-19 di RS Ummi Bogor, Rizieq menuduh Staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Diaz Hendropriyono terlibat dalam insiden tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). Soal ini, Diaz Hendropriyono membantah tuduhan itu.
 
"Bisa aja. Nggak-lah (terlibat)," kata Diaz, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga :
Wali Kota Serang Tetap Izinkan Warga Gelar Hajatan dan ASN Keluar Kota

 
Diaz menilai pernyataan Rizieq mengada-ada. Dia menyebut tuduhan itu tidak jelas arahnya, alias ngalor-ngidul.
 
"Ngomong kok ngalor-ngidul. Bisa aja Rizieq buat berita. Orang nggak jelas," kata dia.
 

Baca Juga :
Jokowi Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown, Ketua DPD RI Minta Rakyat Mendukung

Tudingan itu disampaikan Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Rizieq sebagai terdakwa membacakan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 6 tahun penjara. Awalnya dia menuding tuntutan jaksa sebagai upaya jahat.
 
Sementara, pegiat media sosial Denny Siregar juga meminta publik memaklumi kepanikan Rizieq. Denny juga disebut-sebut dalam siang pledoi Rizieq. 
 
"Nama gua disebut-sebut mulu. Sayang banget dia ma gua," kata Denny.

Baca Juga :
KSAL Ancam Akan Pecat Personel TNI yang Terbukti LGBT

 
Persidangan ini terkait dengan kasus pelanggaran hukum Rizieq di RS Ummi Bogor. Bima Arya, Walikota Bogor, menyatakan kasus ini murni pelanggaran hukum. Bima juga tegas meminta pengakuan kesalahan Rizieq soal data uji swab yang ternyata positif corona.
 
Pada Rabu (9/6/2021) ratusan massa pengikut Rizieq menyerbu dan membuat kerusuhan di Balaikota Bogor. Mereka meminta Bima Arya bertanggung jawab pada perkara Rizieq. Padahal, Bima Arya saat itu melaporkan Rizieq atas dasar penyebaran berita tidak benar terkait Uji Swab Covid-19. (yus)

Baca Juga :
Buset! Sudah 21.330 Konten Radikalisme Diblokir Kemkominfo

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA