• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tujuh Tim Ilmuwan Indonesa Berlomba Kembangkan Vaksin Merah Putih, Tercepat Unair

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih. Foto: Ant/Dhemas Reviyanto/foc/aa
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih. Foto: Ant/Dhemas Reviyanto/foc/aa

JAKARTA, kilat.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan ada tujuh tim yang kini mengembangkan vaksin produk dalam negeri dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih.

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN Iman Hidayat, mengungkapkan, progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang paling cepat adalah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. "Saat ini tim yang perkembangannya paling cepat adalah tim dari Unair bekerja sama dengan PT Biotis. Mereka sudah menyelesaikan uji praklinis pada makaka (monyet)," kata Iman kepada Antara, Sabtu (15/1/2022).

Dia menjelaskan, tujuh tim di dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih tersebut adalah Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, eks Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

"Masing-masing tim ini mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan metode yang berbeda, mulai dari vaksin yang berbasis inaktivasi virus sampai vaksin yang berbasis rekombinan protein," bebernya.

Iman mengatakan, setelah menyelesaikan uji praklinis pada makaka, selanjutnya Unair dan PT Biotis akan melakukan uji klinis fase 1, 2 dan 3.

Baca Juga :
Tiga Pulau Kecil di Tonga Rusak Parah Akibat Disapu Tsunami

Rencananya, uji klinis tersebut selesai pada Juli atau Agustus 2022 bersamaan dengan perkiraan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara tim-tim lain, lanjut Iman, masih pada tahap optimasi yield antigen dan sebagian sedang melakukan uji praklinis.

Di samping itu, dengan munculnya varian Omicron dan mungkin varian lain di masa yang akan datang, diharapkan Vaksin Merah Putih yang dihasilkan dari tim-tim tersebut menjadi tumpuan utama pemerintah.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA