• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

1.231 Bangunan di Banten Rusak Akibat Gempa 6,6 Magnitudo

, Gempa Magnitudo 6,6 di Selat Sunda ini disebut "intraslab earthquake", karena hiposenternya berada di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Selat Sunda. Foto: Twitter @daryonobmkg
, Gempa Magnitudo 6,6 di Selat Sunda ini disebut "intraslab earthquake", karena hiposenternya berada di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Selat Sunda. Foto: Twitter @daryonobmkg

SERANG, kilat.com- Sedikitnya 1.231 bangunan rumah di tiga daerah di Provinsi Banten rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (14/1).

Pemerintah Provinsi Banten sedang melakukan update pendataan di tiga lokasi terdampak gempa, yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan beberapa lokasi di Kabupaten Serang. Pemprov Banten juga melakukan penanganan kedaruratan.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Banten di Serang, Sabtu (15/1) sampai pukul 10.00 WIB, tidak ada korban jiwa dari kejadian gempa. Untuk jumlah bangunan rumah yang rusak di tiga daerah tersebut sebanyak 1.231 unit, dengan rincian 226 rusak berat, 290 rusak sedang dan 715 rusak ringan.

Rumah rusak tersebut masing-masing di Kabupaten Pandeglang sebanyak 214 rusak berat, 269 rusak sedang dan 617 rusak ringan yang tersebar di 28 Kecamatan dan 123 desa.

Sedangkan di Kabupaten Lebak 12 rumah rusak berat, 12 rusak sedang dan 98 rusak ringan yang tersebar di 15 Kecamatan dan 32 desa. Sementara di Kabupaten Serang terdapat 9 rusak sedang yang tersebar di 3 kecamatan dan 4 desa.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan bagi masyarakat yang terdampak kerusakan rumah, sampai saat ini masih mengungsi ke sanak saudaranya yang tidak terdampak. "Kita belum membuka tenda pengungsian, karena masyarakat masih memilih untuk menetap di rumah saudaranya," kata Nana.

Selain kerusakan rumah, dampak gempa bermagnitudo 6,6 itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan sekolah, kantor pelayanan serta tempat ibadah rusak.

Di Kabupaten Pandeglang terdapat 13 sekolah, 14 Puskesmas, 4 sarana ibadah, 3 kantor pemerintahan, dan satu tempat usaha yang mengalami kerusakan.

Sementara untuk Kabupaten Lebak ada 5 sekolah yang rusak, 2 fasilitas umum dan 1 kantor desa. Sedangkan di Kabupaten Serang tidak ditemukan kerusakan.

Nana mengatakan sesuai dengan instruksi Gubernur Banten pasca-gempa, pihaknya diminta melakukan pendataan rumah dan fasilitas lainnya yang rusak, serta pencarian adanya korban jiwa. "Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, hanya ada 2 warga Lebak yang luka ringan," jelasnya.

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA