• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pakar Sebut Gempa Banten Berhubungan dengan Gempa Megathrust Selat Sunda

Pantauan gempa susulan pasca M 6,6 di Sumur Banten. Gempa ini berhubungan dengan gempa bumi megathrust Selat Sunda. Foto: Capture Twitter
Pantauan gempa susulan pasca M 6,6 di Sumur Banten. Gempa ini berhubungan dengan gempa bumi megathrust Selat Sunda. Foto: Capture Twitter

JAKARTA, kilat.com - Gempa bumi Magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1) mengguncang Banten. Gempa tersebut turut menggetarkan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek); Bandung dan Sukabumi, Jawa Barat.

BMKG melaporkan pusat gempa berada di 52 kilometer barat daya Sumur, Banten. Atau tepat berada di laut selatan Ujung Kulon. Banyak pihak mengkhawatirkan hal ini berhubungan dengan gempa bumi megathrust Selat Sunda.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam cuitannya di Twitter, mengatkan, gempa Banten kemarin terjadi karena sumber sesar naik dan megathrust Selat Sunda.  "Mag. 6,6 kedalaman 40 km, mekanisme sumber sesar naik (thrusting) berasosiasi dgn sumber gempa megathrust selat sunda," tulis Daryono di akun Twitter pribadinya, @DaryonoBMKG.

Megathrust sendiri memiliki pengertian sebagai gerak sesar naik yang besar. Wilayah Nusantara memiliki setidaknya 16 zona megathrust yang tersebar di berbagai wilayah dan berpotensi menimbulkan tsunami, salah satunya adalah segmen Megathrust Selat Sunda.

Baca Juga :
Tiga Pulau Kecil di Tonga Rusak Parah Akibat Disapu Tsunami

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA