• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Gejala Ringan, Menkes Dorong Perawatan Pasien Positif Omicron Dirawat di Rumah, Bukan di RS

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Foto: Kemenkes
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin. Foto: Kemenkes

JAKARTA, kilat.com - Jumlah kasus positif COVID-19 varian Omicron terus bertambah di Indonesia. Namun Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengklaim, pasien konfirmasi Omicron tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.

Menkes beralasan, ini dikarenalam mayoritas pasien terkonfirmasi Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala. Mereka hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin, maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.

“Kenaikan transmisi Omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit. Sehingga strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi tapi tidak perlu ke RS,” kata Budi Gunawan terkait merebaknya kasus varian Omicron di Tanah Air, awal pekan ini.

Dalam keterangan persnya, Kemenkes menjalin kerja sama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis. Layanan ini diberikan kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mempercepat proses kesembuhan.

Platform yang dimaksud ialah Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Baca Juga :
Jadwal Proliga 2022 Pekan Ketiga Putaran I, Jumat-Minggu (21-23 Januari 2022)

Pihaknya juga bakal melakukan penyesuaian dengan merekomendasikan perubahan peraturan penatalaksanaan pasien COVID-19.  Termasuk, menyertakan penggunaan obat Molnupiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien gejala ringan.

Menurut hasil penelitian, Molnupiravir dan Plaxlovid mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien COVID-19. Obat tersebut pun telah diujicobakan kepada pasien dan terbukti aman.

Molnupiravir dan Plaxlovid juga telah mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat Amerika Serikat (FDA). Kini keduanya dalam proses mendapatkan EUA dari BPOM.

Sementara itu, terkait upaya menghadapi gelombang Omicron, juga dilakukan dengan mempercepat vaksinasi COVID-19 terutama bagi daerah yang cakupan vaksinasi dosis pertamanya belum mencapai 70% suntikan.

Total masih ada lima daerah yang membutuhkan akselerasi vaksinasi. Yaitu, Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Baca Juga :
Piala Liga Inggris: Jegal Arsenal di Emirates, Liverpool ke Final

Kelima daerah tersebut didorong untuk terus meningkatkan laju vaksinasinya. Karena semakin cepat vaksinasi semakin cepat pula kekebalan tubuh terbentuk. Dengan demikian masyarakat bisa terlindungi dari ancaman penularan.

“Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron, (tapi)jangan panik, kita sudah menyiapkan diri dengan baik. Pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini turunnya juga cepat. Yang penting jaga prokes, disiplin melakukan surveilans dan percepat vaksinasi bagi yang belum dapat vaksinasi,” pungkas Menkes.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA