• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Di Kilang Balikpapan Pertamina Bangun Pengolahan Residu Terbesar

Pertamina melakukan instalasi 2nd stage regenerator serta RFCC disengager/stripper guna mendukung pembangunan unit pengolahan residu di Kilang Balikpapan. (ANTARA/HO-Pertamina)
Pertamina melakukan instalasi 2nd stage regenerator serta RFCC disengager/stripper guna mendukung pembangunan unit pengolahan residu di Kilang Balikpapan. (ANTARA/HO-Pertamina)

JAKARTA, kilat.com - Di Kilang Balikpapan PT Pertamina (Persero) kini membangun unit Residual Fluid Catlytic Cracking (RFCC) yang berfungsi meningkatkan profitabilitas kilang melalui pengolahan residu menjadi produk bernilai tinggi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan unit itu memiliki fungsi yang krusial, baik dalam meningkatkan profitabilitas kilang maupun menyokong ketahanan energi.

"Unit RFCC dapat meningkatkan margin kilang Pertamina di Balikpapan dengan produksi bernilai tinggi, antara lain gasoline, elpiji, dan propilen. Produk gasoline yang dihasilkan akan memenuhi spesifikasi EURO V dan memiliki nilai oktan 92," kata Nicke dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Unit pengolahan risidu tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar 90 ribu barel per hari yang diharapkan beroperasi pada 2024, yang akan berdampak terhadap peningkatan pasokan elpiji dan propilen. 

Selain itu, keutamaan lain adalah mengurangi atau meniadakan impor HOMC sebagai komponen blending gasoline.

Baca Juga :
Instansi Pemerintah Diminta Gunakan Kendaraan Listrik

Saat ini Pertamina telah mengimplementasikan unit RFCC di beberapa kilang, di antaranya Kilang Cilacap dengan kapasitas 54 ribu barel per hari dan Kilang Balongan dengan kapasitas 83 ribu barel per hari.

"Dengan kapasitas 90 ribu barel per hari, unit RFCC di Balikpapan akan menjadi RFCC terbesar,” ujar Nicke.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono menyatakan hingga 30 Desember 2021 persentase kemajuan pembangunan RDMP Balikpapan secara keseluruhan telah mencapai 46,92 persen.

Tahapan yang telah dilakukan ini merupakan pekerjaan multi disiplin yang dimulai dari pekerjaan piling, pondasi, steel structure, mechanical installation, piping installation, dan E&I installation.

Hingga Desember 2021 Pertamina telah mencetak sejumlah milestone untuk mendukung kemajuan unit RFCC di Kilang Balikpapan, yaitu instalasi propana/propylene splitter, main piperack PR-052-01/02, RFCC fired heater, extractor, depropanizer, RFCC catalyst hopper, serta first stage regenerator.

Baca Juga :
Kredit Perbankan Diprediksi Naik 7,5 Persen di 2022

"Saat ini tengah berlangsung persiapan instalasi 2nd stage regenerator serta RFCC disengager/stripper," jelas Djoko.

Pembangunan unit RFCC yang dilakukan Pertamina Kilang Internasional tak terlepas dari misi perusahaan merampungkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

RDMP Balikpapan memiliki tiga tujuan yaitu meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 barel per hari, meningkatkan kompleksitas kilang dari 4,4 Nelson Complexity Index (NCI) menjadi 8,8 NCI, dan meningkatkan margin Kilang Balikpapan.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA