• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Krisis Gas Alam Cair di PLN Diklaim Telah Teratasi

Ilustrasi - Pekerja sedang melakukan instalasi dan reparasi jaringan listrik. (ANTARA/HO-PLN)
Ilustrasi - Pekerja sedang melakukan instalasi dan reparasi jaringan listrik. (ANTARA/HO-PLN)

JAKARTA, kilat.com - Situasi krisis energi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang sempat dialami PT PLN (Persero) diklaim Pemerintah Indonesia telah teratasi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan saat ada informasi krisis energi primer, pemerintah langsung melakukan pengamanan suplai gas alam cair.

"Kami membelokkan LNG yang seharusnya itu berkontrak di luar (negeri), kami tarik ke dalam (negeri), kemudian ini sudah bisa diamankan," ujarnya.

Arifin mengungkapkan bahwa PLN hanya membutuhkan empat kargo untuk Januari, namun kini tersedia lima kargo gas alam cair. Tambahan satu kargo itu akumulasi defisit gas alam cair yang terjadi beberapa waktu lalu.

PT Pertamina (Persero) dan BP Tangguh telah berkomitmen untuk memasok lima kargo gas alam cair kepada pembangkit listrik milik PLN.

Baca Juga :
Instansi Pemerintah Diminta Gunakan Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan sektor hulu migas berkomitmen memenuhi kebutuhan gas alam cair untuk pembangkit listrik dalam negeri.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko menyampaikan bahwa sektor hulu migas akan menyiapkan 58 kargo gas alam cair yang dipasok dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh.

Gas alam cair merupakan komoditas yang butuh waktu agar siap pakai. SKK Migas berharap seluruh kargo yang disiapkan untuk PLN dapat diserap ke pembangkit listrik

Sektor hulu migas memasok gas alam cair untuk domestik sejak tahun 2012. Saat itu, volume pasokan untuk domestik masih sebesar 14 kargo. Jumlah tersebut terus meningkat dengan angka tertinggi sebesar 60,6 kargo pada 2019.

Turunnya permintaan gas alam cair akibat pandemi COVID-19 membuat pasokan untuk domestik turun ke 44,9 kargo. 

Baca Juga :
Kredit Perbankan Diprediksi Naik 7,5 Persen di 2022

Namun pada 2021, tren kembali naik dengan jumlah pasokan mencapai 56 kargo. Dari pasokan gas alam cair untuk domestik tersebut, pasokan untuk sektor kelistrikan menjadi yang paling tinggi.

Pada 2021, dari total pasokan 56 kargo, pasokan untuk sektor kelistrikan mencapai 54 kargo. Sisanya, untuk sektor industri yang artinya 96,5 persen pasokan gas alam cair untuk domestik digunakan oleh sektor kelistrikan.

"Komitmen untuk mendukung sektor kelistrikan ini akan terus kami jaga seiring semakin strategisnya peranan gas alam sebagai energi transisi," pungkas Arief.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA