• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Khawatirkan Gempa Susulan, Pakar BMKG Minta Warga Tidak Tempati Rumah yang Rusak

, Gempa Magnitudo 6,6 di Selat Sunda ini disebut "intraslab earthquake", karena hiposenternya berada di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Selat Sunda. Foto: Twitter @daryonobmkg
, Gempa Magnitudo 6,6 di Selat Sunda ini disebut "intraslab earthquake", karena hiposenternya berada di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Selat Sunda. Foto: Twitter @daryonobmkg

JAKARTA, kilat.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Banten, bahkan hingga Jakarta, Bogor, dan Sukabumi, Jumat (14/1/2022), pukul 16.05 WIB. Pusat gempa dirasakan kuat di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Gempa ini disusul dengan lima gempa berikutnya. Untuk itu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tidak menempati rumahnya terlebih dahulu.

"Bagi saudara-saudaraku di Banten yg rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa M6,6 tmsk rusak sebagian, rusak ringan, miring, mhn tidak ditinggali dulu krn jika terjadi gempa susulan signifikan dapat rusak lebih parah atau roboh yang dpt membahayakan keselamatan penghuninya," pinta Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami, BMKG, di akun Twitter pribadinya, @DaryonoBMKG, Jumat malam.

Lebih lanjut dia menjelaskan, gempa Magnitudo 6,6 di Selat Sunda ini disebut "intraslab earthquake", karena hiposenternya berada di dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Selat Sunda. Ciri gempa intraslab tersebut mampu meradiasikan ground motion yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan gempa sekelasnya daru sumber lain.

"Gempa Selat Sunda M6,6 petang tadi  jenisnya mirip dengan gempa Selatan Jawa Timur M6,1 pada 10 April 2021 yang juga destruktif. Sama-sama gempa intraslab, gempa dengan sumber di dalam lempeng," cuit-nya lagi.

Baca Juga :
Tiga Pulau Kecil di Tonga Rusak Parah Akibat Disapu Tsunami

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA