• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Menggali Keindahan Alam yang Dimiliki Sabu Raijua

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
Bukit Pelangi Kelabba Maja, NTT
Bukit Pelangi Kelabba Maja, NTT

SABU RAIJUA, kilat.com- Sabu Raijua tak banyak yang tahu. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Kupang pada tahun 2008. Terdiri dari tiga pulau yaitu Pulau Sabu (pulau terbesar), Pulau Raijua dan Pulau Dana. Punya enam kecamatan yaitu Kecamatan Hawu Mehara, Raijua, Sabu Tengah, Sabu Liae, Sabu Timur, dan ibukota Menia di Sabu Bara

Nyaris seluruh bagian di Sabu Raijua masih menunjukkan sifat asli, termasuk keramahan penduduknya. Meskipun sebagian besar hidup jauh dari berkecukupan, penduduk Sabu Raijua gembira, empati dan toleran, serta suka menolong dan penuh semangat kekeluargaan. Salah satu bentuk keakraban itu adalah salam khas Sabu yaitu cium hidung, yang disebut henge-dho.

Dengan menyewa mobil dan menginap di Seba, wisatawan bisa menikmati beberapa destinasi yang sangat berbeda dengan daerah lain. Yang paling terkenal adalah Kelabba Maja yang terletak di Desa Raerobo, kecamatan Sabu Liae. Beberapa bagian jalan menuju destinasi itu rusak dan berliku. Tapi jika sudah sampai di lokasi, kita akan terkagum pada destinasi ini.

Kelabba Maja dalam bahasa Sabu berarti ‘tempat para dewa’ adalah tempat sakral yang indah. Jika dihitung, ada 29 tingkatan pilar di sana. Berbentuk ngarai berukir hasil erosi ribuan tahun dan berwarna gradasi merah marun, pink, coklat, dan kelabu. Tampak pilar-pilar batu berwarna merah muda dengan puncak berbentuk mirip jamur berwarna merah tua menjadikannya sangat indah. Jika kita ke sana pada jam-jam tertentu, gradasi warna itu akan berubah menjadi biru dan putih yang kerap memesona wisatawan.

Beberapa orang menyamakannya dengan Grand Canyon yang terletak di Arizona, Amerika Serikat (AS). Grand Canyon adalah tebing hasil kikisan sungai Colorado selama jutaan tahun dan memantulkan warna sangat indah. Kelabba Maja memang tak sebesar itu tapi keindahannya memukau banyak orang. Kelabba Maja juga sering disamakan dengan Zhangye Danxia di Tiongkok, tapi lebih mirip dengan Painted Hills yang ada di Oregon, AS.

Baca Juga :
Tiga Pulau Kecil di Tonga Rusak Parah Akibat Disapu Tsunami

Kelabba Maja punya dolmen yang berjajar tiga yang menggambarkan ayah, ibu dan anak. Setiap bulan Juli saat purnama, masyarakat dusun Kelanalalu, Desa Wadu Medi melakukan ritual untuk para Dewa Maja sebagai persembahan akan keselamatan dan kesuburan.

Disamping menyembelih kambing atau ayam merah, juga tersedia sesajian lain berupa sorgum dan kacang hijau. Jika masuk ke situ, kita tak boleh berkata kotor atau memaki. Pengunjung juga tidak diperkenankan naik ke puncak dolmen karena dianggap wilayah suci.

Tak jauh dari Kelabba Maja, juga ada destinasi alam Hu Penyoro Wea di Desa Dainao. Destinasi ini terletak di dalam laut sehingga baru bisa dikunjungi jika air surut. Menurut penutur peradaban masyarakat Sabu, Hu Penyoro Wea dipercaya sebagai tempat tinggal manusia pertama Sabu yang bernama Kika Ga.

Selain destinasi yang disebutkan di atas, masih banyak destinasi lain di Sabu Raijua, seperti Lede Maja, Bukit Salju, Gua Lie Madira yang punya interior sangat cantik dan kolam jernih. Ada juga Pantai Napae di Sabu Barat. Benteng Ege dan Batu Gong.

Seperti dijelaskan di atas, selain beberapa desa adat, di Sabu Raijua juga ada Istana Teni Hawu peninggalan raja terakhir, Raja Paulus Charles Djawa. Dalam istana terdapat dokumen dan peralatan yang dipakai raja untuk mempersatukan masyarakat Sabu. Istana ini terpelihara dengan baik dan beberapa kamarnya disewakan bagi wisatawan.

Baca Juga :
Hujan Lebat, Kawasan Pelabuhan Tenau di Kupang Longsor

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA