• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

6 Destinasi Wisata Ini Wajib Dikunjungi saat Nonton MotoGP Mandalika

Pantai Tanjung Aan
Pantai Tanjung Aan

LOMBOK TENGAH, kilat.com- Usai diresmikan pada 12 November 2021 lalu, Sirkuit Mandalika yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menjadi tuan rumah ajang balap kelas dunia, MotoGP 2022. Selain menyuguhkan langsung pemandangan Samudra Hindia, sirkuit ini ternyata juga berjarak tak jauh dari beberapa tempat wisata unggulan hingga hidden gem yang ada di Mandalika. Penasaran apa saja? Ini dia daftarnya. 

1. Pantai Seger


Letaknya yang tidak jauh dari Pantai Kuta atau berjarak sekitar 9 menit berkendara, Pantai Seger cukup akrab dengan wisata kebudayaan. Pantai ini mempunyai event tahunan yang seru bernama, Bau Nyale. Ratusan warga berkumpul di pinggir pantai untuk mengumpulkan cacing laut jelmaan Putri Nyale. Sosok legenda yang rela menceburkan diri ke dalam laut supaya tidak terjadi perpecahan di Lombok.

Baca Juga :
3 Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Membuat Jatuh Cinta

2. Pantai Tanjung Bongo


Pantai Tanjung Bongo terletak di balik Bukit Merese dan bisa dicapai dengan berjalan kaki, Pantai Tanjung Bongo terbilang masih sepi dan bersih, plus belum banyak yang tahu akan pantai ini. Pasirnya yang putih halus, makin cantik dengan kombinasi air lautnya yang bening. Di pinggir pantainya terdapat semacam kolam atau jacuzzi alami yang asyik digunakan untuk berendam dan berenang.

3. Bukit Merese

Baca Juga :
Thailand Terapkan Program Bebas Karantina bagi Wisatawan


Berjarak sekitar 12 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika, Bukit Merese wajib masuk ke dalam daftar tempat yang harus Anda datangi. Meski membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk bisa naik ke puncak bukit, namun lelah serasa akan langsung terbayar oleh cantiknya panorama Mandalika dari ketinggian. Garis Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta serta gradasi warna biru air lautnya semakin memanjakan mata.

Ditambah lagi, rerumputan hijau dan semilir angin laut yang siap menyambut. Datanglah pada petang hari bila ingin melihat matahari terbenam dan kenakan alas kaki yang nyaman untuk mendaki santai.

4. Pantai Tanjung Aan

Baca Juga :
Gara-gara Aturan Karantina, Jangan Sampai Indonesia Gagal Gelar MotoGP 2022


​​​​Selain langsung berhadapan dengan Samudra Hindia, letak Pantai Tanjung Aan juga tidak jauh dari Bukit Merese atau sekitar 4 menit berkendara. Pantai Tanjung Aan terlihat melengkung dengan air yang jernih berwarna kebiruan. Pasir putih yang terhampar terkesan menawan dilengkapi ombak yang landai. Pastinya memikat hati, terutama bagi yang hobi berenang dan snorkeling.

5. Pantai Kuta Mandalika


Baca Juga :
Menjumpai Gulungan Ombak Bono, Fenomena Unik di Sungai Kampar

Tidak hanya Bali, Lombok juga punya pantai bernama Kuta yang disebut sebagai pantai terpanjang di Mandalika. Pantai cantik ini berjarak sekitar 18 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika dan dikelilingi pepohonan rindang serta gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung pantai untuk beristirahat atau berteduh saat matahari terik. Pantai Kuta Mandalika telah dilengkapi dengan fasilitas bermain anak.

Jangan lupa untuk memakai topi bila mampir pada siang hari untuk melindungi diri dari teriknya matahari. Anda bisa berpiknik di tepi pantai, membawa makanan dari rumah, atau makan siang di restoran terdekat.

6. ​​​​​​​Desa Sade


Baca Juga :
MotoGP 2022: Beberapa Hari Lagi Motor Baru Ducati Diperkenalkan, Inovasi Baru Apa dari Dall’Igna?

Desa Sade berjarak sekitar 27 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika. Di desa ini wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat langsung proses menenun kain, memancing, dan menjala ikan.

Uniknya, di Desa Sade semua bangunan rumah masih sangat tradisional dengan atap yang terbuat dari ijuk, tembok dari anyaman bambu (tanpa paku), dan lantainya masih beralaskan tanah. Sembari melihat demonstrasi perempuan yang menenun di sana, Anda bisa melihat-lihat aneka kerajinan tangan yang dipamerkan di berbagai penjuru yang bisa Anda beli sebagai buah tangan.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA