• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tipu Korban Rp6 Miliar, Mahasiswi di Lamongan Jadi Tersangka Investasi Bodong

Samudra Zahrotul Bilad (21) mahasiswi pelaku penipuan berkedok investasi. Foto: Istimewa
Samudra Zahrotul Bilad (21) mahasiswi pelaku penipuan berkedok investasi. Foto: Istimewa

LAMONGAN, kilat.com- Samudra Zahrotul Bilad (21), seorang mahasiswi asal Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, resmi ditetapkan jadi tersangka penipuan berkedok investasi. Akibat tindakannya tersebut, para korbannya merugi hingga Rp6 miliar.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku merekrut orang-orang yang ingin berinvestasi untuk menjadi anggota. Setelah bersedia bergabung, para anggota tersebut kemudian diundang dan dipersatukan di sebuah grup WhatsApp.

Dalam grup tersebut, pelaku menawarkan investasi dengan keuntungan lebih besar. Misalnya, jika investasi Rp200 ribu dalam jangka waktu 10 hari, member tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp300 ribu.

"Jadi tersangka ini menawarkan investasi ini melalui WhatsApp. Kemudian jika ada member yang baru masuk, uang hasil penyetoran tersebut diberikan lagi kepada member yang lama. Jadi uang ini terus diputar," terang AKBP Miko Indrayana pada wartawan, Jumat (14/1/2022).

Masih kata Miko, berdasarkan pemeriksaan polisi, tersangka telah menjalankan usaha investasi bodong tersebut sejak Oktober 2021. Sementara dari buku tabungan yang disita polisi terdapat saldo rekening sebanyak Rp6 miliar. Dan uang itu telah diambil tersangka untuk membayar para korban.

Baca Juga :
Satgas Klaim Kondisi Covid-19 Masih Terkendali

"Jadi kalau ada berita nilai kerugian investasi ini sebesar Rp250 miliar itu tidak benar dan hasil pemeriksaan buku rekening bank milik tersangka terdapat saldo Rp6 miliar saja," imbuh Miko.

Miko menerangkan, uang hasil investasi bodong tersebut digunakan oleh tersangka untuk membeli 2 unit mobil, 1 unit rumah dan beberapa gram emas. Tersangka sendiri, lanjut Miko, dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga masyarakat baik di Lamongan maupun di luar Lamongan yang merasa dirugikan oleh tersangka, agar segera melapor ke Polres," pungkasnya.

Kontributor: Amirul
Editor: Mong

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA