• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

DPR AS Panggil Platform Medsos Soal Kerusuhan Capitol

Pendukung Presiden AS Donald Trump memanjat tembok Gedung Capitol saat protes terhadap sertifikasi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 oleh Kongres AS di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jim Urquhart/rwa.
Pendukung Presiden AS Donald Trump memanjat tembok Gedung Capitol saat protes terhadap sertifikasi hasil pemilihan presiden Amerika Serikat 2020 oleh Kongres AS di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jim Urquhart/rwa.

WASHINGTON, kilat.com- Komite di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat memanggil perusahaan media sosial antara lain Meta, Alphabet, Twitter dan Reddit soal kerusuhan di Capitol yang terjadi tahun lalu.

"Kami tidak bisa menunda pekerjaan penting ini lagi," kata Ketua Komite, Bennie Thompson, dikutip dari Reuters, Jumat.

Komite DPR sedang menyelidiki penyebab serangan di Capitol oleh pendukung Presiden AS yang menjabat saat itu, Donald Trump, serta peran Trump, yang mengklaim dia kalah dari Joe Biden karena dicurangi.

Thompson menyatakan ada dua pertanyaan penting dalam peristiwa ini, yaitu bagaimana penyebaran misinformasi bisa berpengaruh terhadap kerusuhan dan langkah apa yang dilakukan media sosial untuk mencegah platform menjadi tempat berkembang biak orang-orang radikal hingga melakukan kekerasan.

"Mengecewakan setelah berbulan-bulan, kita masih belum punya dokumen dan informasi yang penting untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dasar itu," kata Thompson.

Baca Juga :
IBL 2022: Milos Pejic Akui Indonesia Patriots Kurang Jam Terbang

DPR AS memberikan waktu hingga 27 Januari. Meta, dulu bernama Facebook Inc, menyatakan sudah menyerahkan dokumen sesuai jadwal yang diminta.

Sementara itu, Google menyatakan sudah bekerja sama dengan komite dengan menjawab "permintaan menyerahkan dokumen".

"Kami memiliki kebijakan yang ketat, yang melarang konten yang bisa memicu kekerasan atau merusak kepercayaan terhadap pemilihan umum, di YouTube dan produk-produk dari Google. Kami menggalakkan aturan ini menjelang 6 Januari dan tetap melakukannya sampai hari ini," kata Google.

Twitter menolak berkomentar untuk isu ini. Reddit mengatakan akan bekerja sama dengan komite.

Media sosial dikritik karena menyebarkan seruan kekerasan dan hoaks hingga menyebabkan kerusuhan pada 6 Januari 2021. (yus)

Baca Juga :
Astronot Ketakutan Melihat Awan Abu Letusan Gunung Api Tonga dari Stasiun ISS


Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA