• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Relawan Jokowi Bakal Polisikan Dosen UNJ Pelapor Gibran dan Kaesang

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Aris Wasita
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Aris Wasita

JAKARTA, kilat.com - Relawan Jokowi Mania (Joman) berencana melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun ke Polda Metro Jaya, Jumat (14/1/2021).

Kaetua Umum Relawan Joman, Immanuel Ebenezer mengatakan, pelaporan ini terkait Ubedilah yang diduga menyebarkan berita bohong soal laporannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan korupsi dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

"Kalau hanya untuk mencari popularitas atas dasar laporan hoaks saja, tapi tak mau tanggung jawab, ya repot. Dia harus berani pikul beban itu," ujar Immanuel, Jumat (14/1/2022).

"Kita akan laporakan di Polda Metro Jaya. Kita juga liat ada unsur pidananya ini adalah penyebaran berita bohong. Kalau benar ya laporkan aja diam-diam kan bisa aja, bisa kok terungkap. Ini menurut kami Pansos," tambahnya.

Lebih lanjut, Immanuel mengklaim pelaporannya ke polisi tak berniat membungkam demokrasi. Baginya, Ubedilah telah membuat gaduh belakangan ini dengan laporannya ke KPK tersebut.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Terlebih, Ia menilai status Ubedilah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tak memiliki hubungan dengan pihak yang di laporkan ke KPK tersebut.

"Ini hanya pesanan saja. Makanya kita laporkan ke Polda. Dia harus tanggung jawab. Kalau perlu dengan bos-nya si politisi hitam juga harus dipanggil juga. Pasti omong lah itu. Pokoknya dalangnya juga harus diseret. Masak dosen melantur bicaranya," jelasnya.

Untuk diketahui, Ubedilah sebelumnya melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas kasus dugaan korupsi pada 10 Januari 2022 lalu.

Gibran dan Kaesang dituding memiliki relasi bisnis dengan anak petinggi PT SM, induk dari PT PMH yang terlibat kasus pembakaran hutan di tahun 2015 silam.

"Kami minta kepada KPK untuk menyelidiki dan meminta kepada KPK agar menjadi terang benderang dan bagaimana kemudian bila perlu Presiden dipanggil untuk menjelaskan posisi ini," tutur Ubedilah. 

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Menanggapi hal itu, Gibran Rakabuming selaku Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah meminta agar tuduhan tersebut dibuktikan terlebih dahulu.

"Dibuktikan dulu, nek aku salah cekelen (kalau saya salah silakan ditangkap), penak to (gampang kan). Dibuktikan sik, aku salah po ra (saya salah atau tidak). Salah yo detik ini ditangkep wae ra popo (tidak apa-apa)," kata Gibran. 

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA