• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pesona Londa, Goa di Toraja Utara yang Penuh Cerita

Goa Londa
Goa Londa

TORAJA UTARA, kilat.com- Terletak di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, transportasi menuju Goa Londa tidak sulit. Sehingga banyak turis lokal dan mancanegara menikmati kemudahan wisata ke Goa Londa. Londa adalah goa yang terbentuk oleh alam, diperuntukkan untuk penyimpanan jenazah khusus bagi para leluhur Toraja dan keturunannya.

Goa ini berada di sisi bukit batu terjal yang ketinggiannya di atas bukit. Dahulu, sebelum masuknya agama Islam dan Kristen di Tana Toraja, penduduk setempat sudah menganut kepercayaan warisan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo atau Alukta. Kepercayaan Alukta inilah yang melandasi ritual adat dan tradisi masyarakat Toraja.

Di Goa Londa, peti jenazah yang ada tidak dikuburkan tapi hanya diletakkan begitu saja. Tidak tampak aura horor dan tidak berbau mayat, meski banyak tengkorak yang berserakan dan peti mati yang berumur ratusan tahun. Kondisi dalam goa juga tidak panas sama sekali, justru berhawa sejuk dan sepoi-sepoi. Setiba di objek wisata Goa Londa, pengunjung disambut beberapa orang pemandu wisata. Mereka membawa lampu petromaks yang dapat dipilih oleh pengunjung.

Menyewa petromaks bersama pemandu wisatanya dikenai biaya kurang lebih Rp25.000 per orang. Para pemandu wisata di sana rata-rata masih memiliki hubungan keluarga terhadap jazad orang-orang yang dimakamkan di dalam gua.

Di depan area Goa Londa terdapat banyak sekali tau-tau (patung, dalam bahasa Toraja) yang menyerupai wajah asli orang yang meninggal. Secara tradisi Toraja, sebelum jenazah dibuat patung, keluarga yang berduka harus melakukan ritual pemotongan kerbau sebanyak 24 ekor.

Baca Juga :
3 Kekayaan Alam Pulau Bangka yang Membuat Jatuh Cinta

Tidak hanya tau-tau saja yang berada di dalam goa, pemandangan peti-peti jenazah atau ‘erong’ di dinding bukit pun mempesona. Peti tersebut disokong dengan kayu khusus agar tidak jatuh. Erong merupakan peti mati dari para bangsawan. Semakin tinggi letak petinya di dalam goa, maka semakin tinggi pula derajatnya.

Pengunjung juga dapat menikmati pemandangan lain begitu keluar dalam Gua Londa, ada jalan setapak dengan beberapa anak tangga sampai di sebuah puri yang berada di tengah bukit. Dari atas puri kita dapat melihat pemandangan kubur batu di atas bukit terdapat rongga tempat dimana jenazah disimpan. Penyimpanan di bukit tersebut dilakukan karena kondisi gua sudah penuh dengan peti jenazah.

Selain itu, pengunjung juga bisa ke situs kubur batu lain yang diberi nama lemo. Saat masuk kawasan situs kubur batu tersebut, pengunjung juga dikenakan biaya tiket masuk sama dengan besarnya tiket ketika kita masuk ke dalam Goa Londa. Perbedaannya di Lemo, pengunjung yang masuk goa disambut dengan pedagang yang menjual pernak-pernik khas Toraja.

Bila masuk goa lebih ke dalam barulah kita akan menyaksikan tebing karts yang berongga-rongga. Rongga-rongga tersebut berisi peti jenazah. Di sekitarnya terdapat patung-patung manusia yang dibuat sebagai simbol orang yang jenazahnya disemayamkan di tebing tersebut.

Baca Juga :
Thailand Terapkan Program Bebas Karantina bagi Wisatawan

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA