• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Cuaca Buruk Landa Laut Utara Jawa, Nelayan di Gresik Terpaksa Tak Melaut

Deretan perahu bersender tanpa aktivitas akibat cuaca buruk yang melanda pesisir utara laut Jawa. Foto: Amirul
Deretan perahu bersender tanpa aktivitas akibat cuaca buruk yang melanda pesisir utara laut Jawa. Foto: Amirul

GRESIK, kilat.com- Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi diperairan utara laut Jawa dalam sepekan terakhir, membuat puluhan nelayan di Kabupaten Gresik memilih berhenti sementara melaut. Faktor keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama.

Pantauan di lapangan, tampak puluhan perahu milik nelayan di kawasan Kecamatan Ujungpangkah bersandar di tepi pantai tanpa aktivitas.

"Kurang lebih sudah 1 minggu kami tidak dapat melaut karena cuaca buruk dan gelombang sangat tinggi," beber Khumadi salah satu nelayan asal Ujungpangkah pada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Khumaidi menambahkan tak hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Sebab, ada puluhan nelayan asal Kecamatan Ujungpangkah yang juga berhenti mencari ikan karena faktor keselamatan yang paling utama.

"Mau bagaimana lagi, gelombang saat ini sedang tinggi bisa sampai 5-7 meter tentu saya dan nelayan lain memikirkan keselamatan," imbuh Khumaidi.

Baca Juga :
Saat Bamsoet Ajak Harvey Malaiholo Sosialisasikan Empat Pilar

Akibat tak bisa melaut Khumaidi mengaku harus kehilangan penghasilan. Untuk kebutuhan sehari, ia hanya bisa menggunakan uang simpanan. Dirinya pun berharap cuaca kembali normal kembali.

"Sudah tidak bisa melaut cari ikan, untuk menyiasati ya terpaksa harus menggunakan uang simpanan, ya semoga cuaca segera kembali membaik," pungkasnya.

Kontributor: Amirul Mukmimin
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA