• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Sebagian Besar Korban Awan Panas Gunung Semeru Mengalami Luka Bakar

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Eka Jusup Singka. Foto: dok/kilat.com
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Eka Jusup Singka. Foto: dok/kilat.com

JAKARTA, kilat.com - Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka, mengungkapkan, sebagian besar korban guguran awan panas Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12/2021), mengalami luka bakar.

"Di lapangan, korban sebagian mengalami luka bakar," ungkap Eka Jusuf Sinka saat konferensi pers melalui akun YouTube BNPB, Sabtu malam.

Mantan Kepala Pusat Kesehatan Haji ini telah menginstruksikan agar puskesmas yang ada di sekitar lokasi bencana untuk mempersiapkan segala pelayanan kesehatan yang diakibatkan oleh bencana Gunung Semeru.

Lebih lanjut dikatakan, Tim Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes dari Surabaya dan DKI Jakarta sedang dikerahkan memberi bantuan perawatan kepada korban ke Lumajang. "Sebagian juga sudah ada di Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kantor Pusat Krisis dan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Mereka membawa logistik sudah bergerak ke Lumajang dari Surabaya dan dari Jakarta," tambahnya.

Tim Puskris bersama BNPB diberangkatkan ke lokasi kejadian pukul 21.00 WIB melalui jalur darat. Tim mengantarkan bantuan logistik berupa tenda berukuran 6 x 12 meter, masker kain, masker medis, masker N95, dan hand sanitizer.

Baca Juga :
Astronot Ketakutan Melihat Awan Abu Letusan Gunung Api Tonga dari Stasiun ISS

"Kami membawa bantuan alat medis seperti masker N95, sarung tangan, salep luka bakar, segera digerakkan pada malam ini juga ke lokasi," kata Eka.

Seluruh bantuan diantarkan Tim Puskris untuk memperkuat pelayanan kesehatan di puskesmas. "Kami juga telah membawa tenda untuk melakukan pelayanan kesehatan darurat di lapangan dan memperkuat pelayanan kesehatan di pengungsian," ujarnya.

Eka pun membenarkan adanya korban meninggal dunia akibat Gunung Semeru meletus. "Satu orang meninggal karena luka bakar," ungkapnya kepada kilat.com.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA