• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Izin BAB, Terdakwa Curanmor Kabur dari Mapolsek Driyorejo Usai Kelabui Polisi

Yosep Bao Openg Wilhelmus (38) Seorang terdakwa kasus curanmor yang berhasil kabur dari Mapolsek Driyorejo Gresik. Foto: Amirul
Yosep Bao Openg Wilhelmus (38) Seorang terdakwa kasus curanmor yang berhasil kabur dari Mapolsek Driyorejo Gresik. Foto: Amirul

GRESIK, kilat.com- Seorang terdakwa kasus curanmor, Yosep Bao Openg Wilhelmus (38), berhasil kabur dari Mapolsek Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021).

"Kami membenarkan, kejadian itu terjadi memang antara petugas kami dengan seorang terdakwa atas nama Yosep Bao Openg, perkara 362 Jo 480," ujar Deni Niswansyah selaku Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (4/12/2021).

Peristiwa kaburnya tahanan tersebut terjadi di toilet Mapolsek Driyorejo, Kamis (2/12/2021) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Saat itu dia beralasan ingin BAB, kemudian borgol dicopot petugas dan dia masuk ke dalam kamar mandi. Pada saat keluar, dia malah dorong pintu dan kabur. Sempat dikejar petugas kami, terus terjadi perkelahian," imbuh Deni.

Petuga, kata Deni, tidak sempat memanggil bantuan. Hal serupa juga dialami anggota kepolisian yang sedang berada tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga :
Satgas Klaim Kondisi Covid-19 Masih Terkendali

"Jadi waktu itu tidak memungkinkan untuk teriak, saat itu magrib. Teriak (minta bantuan) tapi tahanan sudah kabur," beber Deni.

Deni menuturkan, Yosep merupakan warga Kecamatan Nita Kelopo, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi terdakwa kasus pencurian dan menjadi tanggung jawab pihak Kejari.

"Jadi terdakwa kasus Pasal 362 (KUHP) juncto Pasal 480 KUHP, " tutur Deni.

Deni menjelaskan alasan terdakwa tidak ditahan di Rutan kelas IIB Gresik dan justru dibawa kembali ke Polsek Driyorejo karena yang bersangkutan belum dilakukan vaksinasi. Sedangkan kasus terdakwa sendiri sudah disidangkan dan sudah menjalani sidang putusan.

"Dibawa ke Polsek karena belum vaksin. Tahap duanya sudah lama, ini proses sudah sidang, sudah tuntutan. Inikan penahanan hakim," pungkasnya.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Kontributor: Amirul Mukminin
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA