• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Baru 2 Bulan Dibangun, Masjid di SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto Ambruk

Masjid yang berada di kompleks SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto tiba-tiba ambruk, Rabu (1/12/2021) malam. Foto: Amirul
Masjid yang berada di kompleks SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto tiba-tiba ambruk, Rabu (1/12/2021) malam. Foto: Amirul

MOJOKERTO, kilat.com- Sebuah masjid yang berada di kompleks SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto tiba-tiba ambruk, Rabu (1/12/2021) malam.

Pantauan di lokasi, bangunan yang diperkirakan seluas 8x8 meter persegi itu rata dengan tanah. Kubah masjid berukuran sekitar 2x2 meter persegi sendiri sudah rata dengan tanah. Hanya dinding sebelah barat dan ruang imam sholat yang masih terlihat utuh.

Pengurus Panti Asuhan Yatim Piatu Muhammadiyah Kota Mojokerto Suminto menjelaskan, bangunan masjid di kompleks SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto itu baru di bangun sekitar satu bulan yang lalu. Pengerjaannya pun sudah mencapai sekitar 90 persen.

"Tidak ada korban jiwa, sudah dua hari tidak terlihat ada aktivitas (pengerjaan)," kata Suminto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/12/2021).

Suminto tidak mengetahui pasti penyebab robohnya bangunan masjid di kompleks SMK Muhammadiyah Kota Mojokerto tesebut. Saat kejadian Suminto mendapatkan informasi dari anaknya yang singgah di ruko sekitar Masjid.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

"Anak saya telepon kasih kabar katanya Masjid roboh. Saya langsung datang melihat, yang jelas tidak ada hujan hanya gerimis. Kalau dua hari lalu hujan lebat," imbuh Suminto.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan, mengatakan akan mendata pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan masjid tersebut.

"Pihak terkait yang bertanggung jawab sudah kami data, siapa saja yang harus bertanggung jawab," beber Rofiq.

Mantan Kapolres Pasuruan ini menambahkan, pihak yang didata termasuk penanggung jawab pembangunan masjid.

"Termasuk sumber anggaran karena di situlah kita akan mengkonstruksikan apakah ini peristiwa di luar dari konteks kesalahan yang terjadi karena alam atau dari tahapan perencanaan, ada yang perlu kita luruskan," pungkas Rofiq.

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Kontributor: Amirul Mukminin
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA