• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kiat Aman Mendaki Gunung untuk Wanita

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan khususnya untuk mendekatkan diri merasakan keindahan dan kecantikan alam. Tidak hanya digandrungi pria, mendaki gunung juga termasuk ke dalam salah satu kegiatan yang dicintai wanita khususnya bagi para pecinta petualangan. Bagi pendaki wanita pemula tentu ada beberapa hal yang harus dipahami ketika memulai perjalanan dan pengalaman baru.

Hal itu tentunya bertujuan agar perjalanan eksplorasi alammu bisa tetap terasa menyenangkan meski banyak rintangan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para pendaki wanita agar tetap aman dan nyaman saat memulai pendakian ke gunung.

1. Kenali bahaya dalam perjalanan

Salah satu World Seven Summiter asal Indonesia Iwan “Kwencheng” Irawan mengatakan salah satu kiat agar pendaki wanita aman saat mendaki adalah mengenali jenis-jenis bahaya. Ada dua jenis bahaya yaitu objektif dan subjektif yang dapat ditemui pada saat eksplorasi alam tengah berlangsung.

Bahaya objektif merupakan bahaya yang berasal dari faktor alam seperti ketinggian, cuaca, oksigen, hingga curah hujan. Sementara bahaya subjektif adalah bahaya yang diakibatkan oleh faktor manusia atau keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga :
3 Langkah Sederhana Menjaga Kesehatan Kuku

Ketika bahaya subjektif lebih besar dari bahaya objektif, artinya semua orang bisa ikut berkegiatan selama semua kondisi alam sudah diprediksi dan diperhitungkan. Sedangkan ketika bahaya objektif sama dengan bahaya subjektif artinya kegiatan tersebut mengandung bahaya dan para penggiatnya harus punya kemampuan yang lebih.

Lalu bagaimana jika bahaya objektif lebih besar dari bahaya subjektif? Artinya kegiatan tersebut mengundang bahaya dari kondisi alam yang tak bisa diprediksi. Umumnya ditemukan dalam acara seperti ekspedisi.

2. Jaga higienitas saat berkegiatan di luar ruangan

Untuk menjaga pendakian tetap aman bagi wanita adalah menjaga kebersihan tubuh dan diri saat berkegiatan di luar ruangan. Anda boleh terlarut dalam keindahan dan panorama yang diberikan alam, namun pastikan pada saat melakukan pendakian Anda tetap menjaga kebersihan tubuh demi kesehatan tak hanya untuk masa sekarang, namun juga masa depan.

Kiat sederhana yang bisa dilakukan pendaki wanita untuk tetap higienis adalah mengganti pakaian dalam sebelum tidur serta membasuh organ intim menggunakan air bersih setidaknya satu kali sehari. Pastikan juga Anda tidak mengganti fungsi air dengan tisu basah karena keduanya memiliki sifat yang berbeda.

Baca Juga :
8 Tips Atasi Kulit Alami Dehidrasi

3. Siapkan perbekalan ramah lingkungan

Tentunya saat melakukan pendakian, salah satu tujuan pendaki setidaknya adalah mengenal lebih dekat kondisi alam. Alam telah menampilkan keindahannya pada pendaki, dan untuk itu pendaki harus terus menjaga kelestarian alam setidaknya dimulai dari diri sendiri. Pendaki bisa membawa perbekalan yang ramah lingkungan ketimbang menggunakan perbekalan yang berpotensi mencemari lingkungan dan sulit terurai.

Sebisa mungkin hindari makanan kemasan dan lebih memilih bahan alami seperti buah atau sayur. Bahan masakan itu bisa dibungkus dengan kotak makan atau tas jaring agar tetap memiliki daya tahan yang baik. Pada saat melakukan pendakian, Anda bisa memilah sampah dan memisahkannya antara sampah yang bisa diuraikan dan tidak diuraikan. Dengan demikian, ketika ada sampah yang tidak bisa terurai anda bisa membawanya ke bank sampah untuk kemudian bisa diolah kembali sehingga prinsip keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.

4. Pakai outfit yang nyaman dan aman

Saat melakukan pendakian ke gunung, salah satu faktor penting lainnya yang harus diperhatikan adalah dari segi kostum atau outfit. Pastikan pakaian yang digunakan bisa sesuai dengan kondisi alam mulai dari kondisi suhu, kondisi medan pendakian, hingga kondisi tubuh untuk bergerak.

Baca Juga :
Menjumpai Gulungan Ombak Bono, Fenomena Unik di Sungai Kampar

Sistem layering menjadi salah satu sistem yang bisa anda terapkan ketika melakukan pendakian. Ada tiga lapisan yang setidaknya harus dipahami para pendaki mulai dari base layer, mid layer, dan outer layer.

Base layer merupakan lapisan pertama yang harus dipakai sebelum mendaki. Selain memastikan pakaian mampu menyerap keringat, ada baiknya pastikan lapisan pertama ini bisa membantu keringat berpindah ke lapisan selanjutnya. Pada dasarnya base layer berguna menjaga kestabilan suhu tubuh meski menghadapi temperatur yang ekstrem dan disarankan pilih yang berbahan poliester atau wol.

Middle Layer atau lapisan pakaian kedua biasanya berbentuk jaket yang bisa menjaga suhu tubuh tetap hangat meski berada di daerah dengan suhu relatif rendah. Anda bisa memiliki middle layer berbahan poliester, fleece, atau bulu angsa.

Terakhir bagian outer layer biasanya berfungsi untuk menahan angin dan air agar pakaian di bagian kedua dan pertama tetap dalam kondisi baik. Pilihlah outer layer yang bersifat windproof dan waterproof sehingga pendakian bisa tetap lancar dalam situasi cuaca apapun.

Baca Juga :
6 Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Memilih Pria untuk Menikah

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA