• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Omicron Berpotensi Naikkan Kasus Covid-19 Tiga Kali Lipat, Kata Ahli Virus

Ilustrasi Omicron SARS-CoV-2. (ANTARA/Reuters)
Ilustrasi Omicron SARS-CoV-2. (ANTARA/Reuters)

AFSEL, kilat.com- Omicron, varian baru Covid-19 kemungkinan akan menyebabkan lonjakan kasus di Afrika Selatan yang bisa menyebabkan peningkatan kasus tiga kali lipat pekan ini. Hal ini diperingatkan pada ahli epidemiologi pada Senin (29/11).

Pemantau kesehatan melaporkan lebih dari 2.800 kasus infeksi baru pada Minggu, naik dari rata-rata harian 500 pada pekan sebelumnya dan 275 pada dua minggu lalu.

"Kita bisa memperkirakan penularan yang lebih tinggi itu memungkinkan dan kita akan melihat lebih banyak kasus dengan cepat," jelas Dr Salim Abdool Karim dalam konferensi pers online Kementerian Kesehatan Afrika Selatan, dikutip dari AFP, Selasa (30/11).

"Saya memperkirakan kita akan melampaui 10.000 kasus sampai akhir pekan ini per hari (dan) melihat tekanan pada rumah sakit dalam dua, tiga pekan," Karim mengingatkan.

Para ilmuwan Afrika Selatan mengumumkan varian baru Omicron pada Kamis, menyebut sebagai penyebab lonjakan tiba-tiba kasus infeksi di negara Afrika yang paling parah dihantam pandemi itu.

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Menurut data pemerintah, rawat inap rumah sakit naik dua kali lipat lebih dalam sebulan terakhir di Gauteng, provinsi paling padat di Afrika Selatan dan menjadi episentrum wabah baru.

Pejabat kesehatan menyampaikan, Provinsi Gauteng memasuki gelombang keempat infeksi yang diperkirakan menyebar ke seluruh bagian negara tersebut pada akhir tahun ini.

Afrika Selatan mencatat 2,9 kasus Covid-19 dan 89.797 kasus kematian.

Menteri Kesehatan, Joe Phaahla mengingatkan warga tidak perlu panik.

"Kita pernah menghadapi ini sebelumnya," ujarnya, mengacu pada Covid varian Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada Desember tahun lalu.

Baca Juga :
Ledakan Bom Tewaskan Tiga Orang di Pakistan Timur

Ada ketakutan Omicron akan lebih resisten terhadap antibodi tertentu, walaupun kemampuannya untuk menghindari vaksin masih diteliti.

Keparahan penyakit yang disebabkan varian ini juga belum dipastikan, walaupun hasil penelitian menunjukkan gejala yang disebabkan varian ini relatif ringan.

"Bahkan jika Omicron tidak lebih buruk secara klinis, dan pastinya tidak perlu melambaikan bendera merah, kita akan melihat (meningkatnya) kasus kemungkinan besar karena kecepatan penularan," jelas Karim. (yus)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA