• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pamitnya Bermain, Dua Bocah di Lamongan Ditemukan Tewas di Tambak

Ilustrasi hanyut
Ilustrasi hanyut

LAMONGAN, kilat.com- Dua bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD) ditemukan meninggal dunia tenggelam di lahan tambak, di Dusun Kalikapas, Desa Sidomukti, Kabupaten Lamongan, Sabtu (27/11/2021) sore.

Kedua korban yakni AFH (9) dan VA (10). Mereka ditemukan tewas tenggelam di tambak desa setempat.

"Semula korban dengan inisial AFH pamit kepada orang tuanya yang bernama Hermanto (39) hendak bermain ke rumah temannya yang berinisial VA (10) yang masih satu desa dengannya untuk latihan renang di tambak," terang Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto pada wartawan, Minggu (28/11/2021) pagi.

Namun sejak pamit AFH ternyata tidak juga kembali pulang hingga sore hari. Orang tua korban kemudian mencari anaknya ke rumah korban yang satunya. Namun, di depan rumah hanya ditemukan HP dan sepeda angin milik korban, sementara kedua bocah itu juga tidak ada di rumah.

Kedua orang tua korban yang masih satu desa beda RT itu kemudian berusaha mencari dengan menanyakan kepada warga sekitar, namun tak berhasil ditemukan.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

"Kabar hilangnya dua bocah itu sampai ke telinga ibu salah seorang saksi yang bernama Hajir (19) seorang mahasiswa desa setempat yang baru saja tiba di rumah," ujarnya.

Saat itu, Hajir meyakini jika kedua bocah yang sebelumnya ia lihat bermain di tambak itu adalah dua bocah yang dicari orang tuanya.

"Saya kemudian berinisiatif menuju lokasi tambak tempat dua anak itu bermain," kata Hajir kepada polisi seperti ditirukan oleh Jinanto.

Tiba di lokasi tambak yang baru digali seluas 800 meter dengan kedalaman 1,5 meter itu, Hajir pun melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan kedua bocah tersebut. Karena penasaran, Hajir dibantu M. Kholid (30) dan Hermanto (39) bersama dua warga lainnya kemudian melakukan pencarian dengan menyelam ke dasar tambak.

"Saat pencarian dilakukan sampai ke tengah korban pertama AFH berhasil ditemukan namun sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas Jinanto.

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Pencarian korban kedua, VA dilanjutkan. Hanya pada radius 1 meter dari korban pertama, Alfaro berhasil ditemukan, dan juga dalam kondisi sudah meninggal.

"Kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kota dan kedua korban dievakuasi dirujuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas," ungkap Jinanto.

Jinanto mengatakan, meninggalnya dua bocah itu diduga karena tidak bisa berenang dan tenggelam di tambak. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh kedua bocah ini.

"Korban sudah dimakamkan di pemakaman desa setempat," tutup Iptu Jinanto. (Kontributor: Amirul Mukminin)


Baca Juga :
Gubernur: Lokasi Pembangunan IKN Tanah Negara Tidak Ada Jual Beli

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA