• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Hujan Deras Akibatkan Tanggul Jebol, Air Rendam Pemukiman Warga di Lamongan

Banjir akibat sungai Plalangan meluap mengakibatkan banjir di Desa Plosolebak, Kecamatan Turi.
Banjir akibat sungai Plalangan meluap mengakibatkan banjir di Desa Plosolebak, Kecamatan Turi.

LAMONGAN, kilat.com- Hujan deras yang mengguyur Lamongan kembali mengakibatkan banjir. Bencana alam ini muncul akibat dipicu meluapnya sungai di wilayah hulu (Lamongan selatan).

Luapan air di sungai Plalangan mengakibatkan genangan air mengalir deras di permukaan jalan nasional, tepatnya di Ploswahyu.

Selain luberan, tanggul sungai Plalangan yang berada di Desa Plosolebak juga jebol pada Sabtu (27/11/2021) dini hari.

"Ada luberan, juga ada tanggul jebol sepanjang 6 meter di Plosolebak," beber Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Muhammad Muslimin kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Bahkan air juga masuk ke beberapa rumah warga yang berada di dekat tanggul. Oleh karena itu, para warga yang berada di lingkungan tanggul yang jebol ini telah melakukan kerja bakti guna menanggulangi luapan air tersebut.

Baca Juga :
Saat Bamsoet Ajak Harvey Malaiholo Sosialisasikan Empat Pilar

Masih kata Muslimin, sementara titik tanggul yang jebol belum bisa diperbaiki karena volume air dan arus deras sungai Plalangan cukup deras. Gelontoran merusak ratusan hektare lahan tambak yang baru saja ditebar bibit ikan.

"Sekarang air sudah merambah ke pemukiman warga Gabus Plosolebak," imbuh Muslimin.

Jalan desa juga terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 30 hingga 40 sentimeter.

Selain tanggul jebol, masih banyak tanggul yang perlu diwaspadai. Tanggul Balun mengalami nasib yang sama, air meluber dan merendam rumah warga.

Tingginya intensitas hujan di wilayah selatan membuat Sungai Plalangan yang melintasi Desa Balun, Kecamatan Turi meluber karena tidak mampu menampung volume air akibat curah hujan tinggi.

Baca Juga :
Satgas Klaim Kondisi Covid-19 Masih Terkendali

Sementara wilayah utara, jalan nasional ke utara tidak hujan. Jadi warga dibuat kelabakan ketika volume air sungai Plalangan meluap begitu deras

"Pascahujan intensitas tinggi Sabtu (27/11/2021) dinihari, aliran sungai Plalangan mengalami kenaikan debit air secara drastis yang mengakibatkan air melimpas dan menjebolkan tanggul Plosolebak," kata Muslimin.

Limpasan air sungai Plalangan ini, menurut Muslimin, menggenangi areal tambak dan rumah yang berada di sekitaran sungai, termasuk menggenangi jalan desa dengan ketinggian air sempat mencapai 40 cm BPBD Lamongan masih melakukan pendataan berapa jumlah rumah yang tergenang limpasan air ini, juga area tambak.

"Belum tahu kerugiannya, tapi tambak di Plosolebak sudah kebanjiran," pungkasnya.

Kontributor: Amirul
Editor: Mong

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA