• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Diduga Akibat Kompor yang Lupa Dimatikan, 4 Rumah Warga di Probolinggo Terbakar

Lokasi kejadian
Lokasi kejadian

PROBOLINGGO, kilat.com- Empat rumah yang berada diDusun Mantong Blok Gili RT 01/RW 06 kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ludes dilalap api pada Jumat (26/11/2021) malam.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah karena ada warga yang teledor. Warga tersebut diduga tak memperhatikan kompornya yang masih menyala saat keluar rumah.

"Mungkin lupa matikan kompor setelah masak dan langsung keluar. Saat kembali api sudah mulai membesar. Kami bersama warga kesulitan memadamkan," jelas seorang warga sekitar, Qosim.

Qosim menuturkan api muncul pertama kali dari ruang dapur salah satu rumah warga. Akibat angin dan material bangunan terdiri dari bahan yang mudah terbakar, membuat kobaran api cepat membesar hingga merembet ke tiga bangunan rumah yang berada di sampingnya.

Mengetahui api semakin membesar, pemilik rumah dibantu warga sekitar langsung mengeluarkan perabot dan melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Baca Juga :
PDIP Sukabumi: Ucapan Arteria Tidak Ada Kaitan dengan Partai

Api baru bisa dipadamkan sekitar empat jam setelah petugas pemadam mengerahkan tiga armada dengan dibantu warga sekitar.

Tidak ada korban jiwa akibat dari kejadian ini, namun diperkirakan keempat warga yang menjadi korban kebakaran tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Kasi Damkar Satpol pp Kota Probolinggo, Abdullah, mengatakan pihaknya langsung menuju TKP usai menerima laporan dari warga. Akses menuju TKP yang sangat sempit membuat para petugas kesulitan untuk melakukan pemadaman.

"Karena akses jembatan hanya tiga meter saja, armada kami tidak bisa masuk. Kami harus melakukan penyambungan pipa dengan panjang pipa bervariasi sejauh kurang lebih 300 meter," jelasnya.

Pantauan kilat.com hingga Sabtu pagi (27/11/2021) keempat korban masih membersihkan puing puing bangun dibantu warga sekitar.

Baca Juga :
Ini Enam Negara yang Jadi Rujukan Pencegahan Covid-19

Kontributor: Juaini
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA