• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Suami Istri di Probolinggo Bertarung Rebutkan Kursi Kades

Pasangan ini adalah Umar yang merupakan calon incumbent dan istrinya, Rinata.
Pasangan ini adalah Umar yang merupakan calon incumbent dan istrinya, Rinata.

PROBOLINGGO, kilat.com- Sepasang suami istri akan bertarung memperebutkan posisi Kepala Desa (Pilkades) periode 2022/2028 di Desa Puspan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Pasangan ini adalah Umar yang merupakan calon incumbent dan istrinya, Rinata.

Saat ditemui di rumahnya, Umar bercerita sejak awal hanya ia yang mendaftar untuk maju di pilkades serentak yang rencananya akan digelar pada 17 Februari 2022. Namun hal ini tak sesuai dengan peraturan Pilkades yang tertuang di Peraturan Bupati (Perbub) No:58 tahun 2021, tentang perubahan atas peraturan Bupati Probolinggo nomor 1 tahun 2021 yang tidak memperbolehkan calon tunggal atau melawan kontak kosong.

Mengatasi masalah tersebut, istrinya lalu ikutan mendaftarkan diri sebagai penantang. Padahal, kata Umar, istrinya tak pernah ada niat untuk ikutan Pilkades.

"Awalnya istri saya enggak ada niat untuk mencalonkan diri. Namun untuk melengkapi proses administrasi, dimana tidak diperbolehkan adanya calon tunggal, maka istri saya ikut mendaftar," paparnya saat di wawancara Kilat.com, Kamis (25/11).

Lebih lanjut, Umar mengatakan ini kali ketiganya maju dalam Pilkades. Pada periode sebelumnya, ia memiliki penantang hingga empat orang.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Sementara itu, Rinata mengaku siap melawan suaminya dalam Pilkades 2022 mendatang. Ia juga telah siap menerima apa pun hasilnya kelak.

"Saya siap untuk menang, saya pun siap untuk kalah. Karena ini suara rakyat yang kami perebutkan," jelasnya singkat.

Persaingan pasangan suami istri mendapat respons positif dari Camat Kecamatan Maron, Mudjito. Sesuai Perbup, ia mengatakan siapa saja sebagai warga negara Indonesia (WNI) boleh mencalonkan diri dalam Pilkades. Dan calon kades tidak boleh tunggal karena harus ada lawannya.

"Peraturan pelaksanaan Pilkades ini sudah diatur dalam perbub 58 tahun 2021. Dimana di sana sudah disebutkan bahwa tidak boleh calon tunggal. Minimal dua kandidat, maksimal lima kandidat," jelasnya.

Dalam aturan tersebut tidak ada larangan bakal calon kepala desa (bacakades) pasangan suami istri. Sehingga persaingan Umar dan istrinya dinilai sah-sah saja.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

"Terkait bacakades yang merupakan pasutri, itu enggak ada masalah dan diperbolehkan," pungkas Mudjito.

Kontributor: Juaini
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA